Halaman

    Social Items

Visit Namina Blog

puasa para nabi

Pengertian puasa dari segi bahasa berarti "menahan". Dalam bahasa Arab, puasa menjadi ash Shiyam yang memiliki makna al imsaaku anisy syai'i yaitu menahan dari sesuatu. Definisi puasa secara lengkap yaitu menahan diri dengan didasari niat dari segala hal yang dapat membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga terbenamnya matahari (azan magrib).

Puasa merupakan kegiatan ibadah yang diajarkan oleh para Nabi. Sejak kedatangan Nabi Adam Alaihis Salam hingga Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wa Salam. Puasa memiliki sejarah tersendiri sepanjang masa. Umat-umat terdahulu jauh sebelum kedatangan nabi Muhammad, ibadah puasa sudah dilaksanakan oleh para Nabi untuk mendekatkan diri kepada-Nya Tuhas Semesta Alam.

Dari berbagai puasa yang dilakukan oleh nabi-nabi terdahulu, disempurnakan oleh kedatangan Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wa Salam sebagai Rasul terakhir yang memberi pencerahan kepada umat manusia di dunia. Beliau menjalankan puasa wajib dan sunah agar umatnya dapat mengikuti seperti yang sudah beliau lakukan.

Ibadah puasa memang sudah tercipta sejak Nabi Adam Alaihis Salam hijrah ke bumi dan sampai turun temurun, dan pada akhirnya disempurnakan oleh nabi akhiruzzaman, Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wa Salam. Sehingga Islam kaya sekali dengan amalan-amalan puasa yang wajib, sunah, mubah, makruh, maupun haram. Semuanya sudah tertata dengan baik dalam syariat Islam. Allas SWT memberikan keadilan yang seadil-adilnya dan tidak ada kekurangan sedikit pun yang terjadi kepada setiap umatnya.

Puasa-Puasa Yang Dilakukan Para Nabi


1. Nabi Adam (Puasa 10 Muharam)


Dalam berbagai sumber, menyatakan bahwa Nabi Adam selalu berpuasa setiap hari Jumat. Ada juga yang menyatakan bahwa nabi Adam berpuasa tiga hari berturut-turut pada setiap bulan sepanjang tahun, dan ada juga yang riwayat lain bahwa beliau berpuasa pada tanggal 10 Muharam.

Pendapat lain menyebutkan lagi bahwasannya Nabi Adam berpuasa selama 40 hari 40 malam berturut-turut setiap tahun dengan maksud mendoakan anak-cucu keturunannya selalu dapat menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya.

Adapaun cara dan pelaksanaan puasa yang dilakukan oleh Nabi Adam Alaihis Salam tidak ada yang mengetahui. Bahkan dalam Al-Quran dan Hadist belum didapat (penjelasan) mengenai cara dan metode puasa yang dilakukan oleh Nabi Adam. Namun, sesungguhnya hakikat puasa pada zaman Nabi Adam sampai sekarang sama saja. Hanya berbeda konteks cara, waktu, dan kadar berpuasa. Oleh Karena itu, dalam menemukan konsep puasa yang dilakukan Nabi Adam, perlu ditinjau ulang dalam perspektif Hadist dam Atsar yang Sahih berkenaan dengan hal tersebut. (Tafsir Ibnu al-Arabi juz 1, halaman 74)

Namun hikmah dari semua puasa yang dilaksanakan oleh Nabi Adam tentu memiliki tujuan suci, yaitu mendapat ridho-Nya untuk menjadi manusia seutuhnya. Bagaimanapun, Nabi Adam adalah orang pertama yang menjajaki bumi sekaligus menjadi khalifah di dunia. Beliau juga menjadi nabi pertama yang perjuangannya diteruskan oleh nabi-nabi selanjutnya.

Hikmah dan keajaiban di balik puasa yang dilaksanakan oleh nabi Adam diantaranya yaitu pada tanggal 10 Muharam. Dalam sejarah yang ada, tanggal 10 Muharam merupakan peristiwa sakral yang perlu diingat bagi seluruh umat muslim di dunia. Allah SWT menciptakan alam, termasuk laut, darat, tumbuh-tumbuhan, hewan, dan lain sebagainya pada tanggal 10 Muharam.

Pada tanggal 10 Muharam juga, Allah Subhanahu Wa Ta'ala telah mengirimkan rahmatnya ke bumi melalui hujan. Allah SWT juga telah menciptakan Malaikat Jibril dan menetapkan sebagai malaikat yang menyampaikan wahyu kepada nabi. Dan, pada tanggal 10 Muharam merupakan hari yang sangat istimewa bagi Nabi Adam, karena pada tanggal tersebut Nabi Adam Alaihis Salam diterima taubatnya oleh Allah SWT.

Namun ada riwayat lain bahwasannya, Nabi Adam hanya berpuasa pada hari Jumat yang merupakan rasa syukur ditujukan kepada Allah SWT. Puasanya sebagai pengingat bahwa pada hari Jumat memiliki peristiwa yang begitu dasyat. Pada hari Jumat, Allah SWT menciptakan Nabi Adam. Nabi Adam diturunkan ke bumi karena melanggar larangan yang ditentukan oleh Allah SWT juga pada hari Jumat. Pada hari Jumat, taubatnya Nabi Adam diterima oleh Allah SWT. Dan Nabi Adam wafat pada hari Jumat.


Sesungguhnya Allah menjadikan Adam pada hari Jumat, diturunkan di bumi pada hari Jumat, dia bertobat kepada Allah atas dosanya memakan buah khuldi pada hari Jumat dan wafat pun pada hari Jumat.” (HR Bukhari)


Puasa yang dilakukan oleh nabi Adam memiliki banyak hikmah dan keajaiban. Selain menjalankan puasa, beliau juga memiliki kesetiaan sejati kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala, kesetiaan terhadap pasangannya, dan terlebih dapat menyelesaikan ujian yang telah diberikan oleh Allah SWT.

2. Nabi Idris (Puasa Sepanjang Masa)


puasa para nabi terdahulu
Nabi Idris, manusia pertama yang menulis

Amalan puasa yang terkenal dijalankan oleh Nabi Idris adalah berpuasa setiap hari sepanjang tahun. Beliau berpuasa dengan ikhlas tanpa mengharapkan balasan dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Beliau selalu memberikan contoh teladan, rendah hati, sabar, cakap dalam memahami ilmu alam, dan dapat istiqomah dalam berdakwah terhadap umatnya yang zalim.

Selain amalan puasa setiap hari, ketika malamnya setelah berbuka digunakan oleh Nabi Idris untuk beribadah dan bersujud kepada Allah Sang Pencipta Alam. Sehingga membuat Malaikat Izrail terkesima dengan Nabi Idris dan meminta izin kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala untuk bersahabat dengan beliau.

Sepanjang sejarah manusia yang Malaikat Izrail temui, belum pernah sekalipun ia mendapatkan sosok yang seperti Nabi Idris. Dalam kesehariannya, beliau mengeluarkan sinar indah yang tidak dimiliki oleh orang lain.


"Dan ceritakankanlah (Muhammad) kisah Idris di dalam Kitab (Al-Quran). Sesungguhnya dia seorang yang sangat mencintai kebenaran dan seorang nabi, dan Kami mengangkatnya ke martabat yang paling tinggi." (Q.S Maryam [19]: 56-57)

Malaikat Izrail menyamar menjadi manusia biasa yang semata-mata hanya ingin berada didekat Nabi Idris Alaihis Salam. Hingga sampailah Malaikat Izrail ke perjalanan spiritual yang begitu agung. Nabi Idris diajak oleh Malaikat Izrail untuk mengetahui surga dan neraka. 

Beliau tahu bagaimana merasakan panasnya api neraka yang dipenuhi dengan kobaran api jahannam. Beliau juga merasakan betapa indahnya berada di surga yang penuh kedamaian. Dan pada akhirnya, Nabi Idris wafat tatkala berada di langit keempat dengan ditemani oleh Malaikat Izrail.

3. Nabi Nuh (Puasa 3 Kali Setiap Bulan)


puasa para nabi terdahulu

Puasa yang diamalkan oleh Nabi Nuh adalah puasa tiga hari setiap bulan sepanjang tahun. Puasa  tersebut turun temurun sampai ke nabi Isa yang mewajibkan umatnya untuk puasa tiga hari setiap bulan. Oleh karena itu, nabi Nuh terkenal dengan kegiatan ibadah puasa yang dilaksanakan tiga hari setiap bulan sepanjang tahun.

Namun, ada juga sumber yang mengatakan bahwa sewaktu banjir bandang yang membinasakan semua orang-orang zalim, Nabi Nuh beserta umatnya menjalani kegiatan berpuasa selama di kapal. Hal ini diperkuat dengan penjelasan Ibnu Majah dan Ibnu Katsir yang menyebutkan bahwa "Puasa Nabi Nuh dilakukan setahun penuh waktu berada di atas kapal".

Puasa tersebut merupakan ungkapan rasa syukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala karena telah menyelamatkan Nabi Nuh dengan pengikutnya dari banjir bandang. Ritual puasa ini dilaksanakan sampai banjir sudah surut. Adapan ketentuannya tidak jauh berbeda dengan puasa yang biasa kita jalani yaitu dimulai dengan sahur sebelum subuh dan berbuka ketika mendengar azan magrib.

4. Nabi Musa (Puasa 40 Hari)


puasa para nabi terdahulu
Piramida dan Mesir

Jika Nabi Idris berpuasa setiap hari sepanjang tahun, maka Nabi Musa berpuasa selama 40 hari 40 malam tanpa putus. Puasa tersebut dilakukan semata hanya untuk menjalankan perintah-Nya.

Nabi Musa berpuasa di Gunung Sinai dan ditemani langsung oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala sampai puasanya selesai. Ketika sudah selesai dan turun dari Gunung Sinai, Nabi Musa mendapati perubahan wujud secara total. Tidak ada seorang pun yang dapat menandingi aura yang dimiliki oleh beliau.

Hal ini termasuk keajaiban yang dimiliki oleh Nabi Musa. Beliau mengeluarkan cahaya yang sangat terang dalam wajahnya. Setiap orang yang memandang, dengan seketika akan merasa kagum, sehingga tidak sedikit para kaumnya Bani Israil yang memilih mengikuti jejak beliau ke jalan yang lurus.

Kegiatan puasa Nabi Musa selama 40 hari 40 malam tersebut, sebenarnya diteruskan oleh bangsa Yahudi. Bangsa Yahudi memiliki keyakinan bahwa puasa tersebut sebagai bentuk penolakan bahaya atau ketidakberuntungan atas bencana yang menimpa. Mereka juga percaya bahwa puasa dapat meredam murka Tuhan dan dapat menghapus dosa-dosa yang selama ini mereka lakukan di dunia. 

Tetapi setelah Nabi Musa wafat, dengan seiring waktu bangsa Yahudi mengubah puasa yang dilakukan oleh Nabi Musa. Mereka merevisinya dengan cara mencari waktu yang ringan. Ketika musim hujan tiba dan durasi siang lebih sedikit dibandingkan malam, mereka baru melaksanakan puasa tersebut. Sehingga puasa yang mereka lakukan tidak seberat dan tidak sesuai tuntunan yang dilakukan oleh Nabi Musa ketika masih hidup.

5. Nabi Daud (Puasa Sehari Berpuasa Sehari Berbuka)


puasanya para nabi
Baitul Maqdis - Photo by MediaUmmat.co.id

Puasa yang dilakukan oleh Nabi Daud adalah puasa yang paling populer hingga saat ini, karena memang puasa Nabi Daud dibolehkan dalam syariat Islam untuk dilakukan oleh umat Muslim. Dalam pandangan banyak ulama bahwasannya puasa ini tergolong istimewa, karena Nabi Daud melakukannya bukan hanya sebagai seorang Rasul saja, namun juga sebagai seorang prajurit, raja dan ahli perang terkemuka yang terkenal dengan suara merdu.

Menurut Islam, puasa Daud dapat diartikan sebagai puasa sunah yang fadilahnya cukup besar. Sebagaimana yang sudah dijelaskan dalam hadist Rasulullah SAW berikut :

Diriwayatkan dari Abdullah bin Amru Radhiallahu Anhu, ia berkata Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Salam bersabda "Sesungguhnya puasa sunnah yang paling disenangi oleh Allah adalah puasa Nabi Daud dan salat sunnah yang paling disenangi Allah adalah salat Nabi Daud alaihis salam. Nabi Daud tidur separuh malam, lalu salat sepertiga malam, kemudian tidur lagi seperenam malam dan beliau berpuasa sehari lalu berbuka sehari (selang-seling)". (HR. Bukhari)

Nabi Daud adalah seorang rasul yang amalan salat dan puasanya sangat disukai oleh Allah SWT. Sehingga dari kehebatan inilah Allah Subhanahu Wa Ta'ala menurunkan amalan tersebut sampai kepada Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wa Salam.  Imam Bukhari dalam sebuah hadist sahih mengenai keutamaan puasa Daud kembali menjelaskan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda :

"Maka berpuasalah engkau sehari dan berbuka sehari, inilah yang dinamakan puasa Daud alaihis salam dan ini adalah puasa yang paling afdal". Lalu aku (Abdullah bin Amru radhiallahu anhu berkata "Sesungguhnya aku mampu untuk berpuasa daripada itu". Maka Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Salam bersabda "Tidak ada puasa yang lebih afdal daripada itu". (HR. Bukhari)

6. Nabi Isa (Puasa 40 Hari)


Nabi Isa terkenal dengan puasa 50 hari sepanjang tahun. Beliau juga menganjurkan agar umatnya mengikuti apa yang telah beliau jalani. Dapat menjadi orang yang mendapat ridho-Nya, dan kelak dapat merasakan surga serta dijauhkan dari api neraka. 

Karena puasa adalah salah satu jalan untuk mendekatkan diri kepada Sang Khalik. Semakin tinggi dan tulus ibadah puasa kita, maka Allah SWT akan semakin membuka pintu tobat kepada kita. Puasa yang dilaksanakan oleh Nabi Isa, yaitu selama 40 hari ternyata memberikan keteladanan tersendiri bagi kita.

Melalui puasa, beliau mampu menjaga dirinya dari godaan Iblis. Puasa mampu mengontrol hawa nafsu pada diri sendiri. Selama berpuasa, Iblis pernah menggoda agar Nabi Isa memakan roti. Namun, Nabi Isa memiliki kontrol diri yang sangat kuat, sehingga beliau menolak tawaran dari iblis.

Sepanjang puasa yang dilakukan oleh Nabi Isa, beliau memberi pesan kepada kaumnya untuk tidak pamer. Sebab akan sia-sia ibadah puasanya jika didasari oleh keinginan untuk menunjukkan diri. Hal ini yang sangat dihindari oleh nabi Isa.

Nabi Isa juga tidak suka ketika orang yang melakukan puasa, tetapi memperlihatkan wajah kusam dan muram. Lebih baik menampilkan keceriaan dan gembira layaknya ketika tidak berpuasa. Karena keceriaan tersebut akan memberi aura positif pada diri sendiri.

7. Nabi Muhammad (Puasa 30 Hari di Bulan Ramadhan)


puasa nabi muhammad
Pemandangan Kota Madinah, Istana Putih Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wa Salam - Photo by Groundviews.org

Puasa wajib yang dilaksanakan oleh nabi Muhammad SAW dan turun temurun dilakukan oleh umatnya juga adalah puasa Ramadhan. Puasa Ramadhan dilaksanakan selama sebulan penuh yang bertepatan pada bulan Ramadhan (tahun Hijriah). 

Puasa Ramadhan mulai disyariarkan pada tanggal 10 Sya'ban tahun kedua Hijriah, atau satu setengah tahun setelah umat Islam berhijrah dari Mekkah ke Madinah. Atau setelah umat Islam diperintahkan untuk memindahkan kiblatnya dari Masjidil Aqsa ke Masjidil Haram.


Dalam Al-Qur'an surah Al-Baqarah ayat 183 : "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa". (QS. Al-Baqarah [2] : 183)

Setelah ayat tersebut turun, puasa Ramadhan menjadi wajib dan harus dilaksanakan oleh umat muslim. Puasa tersebut menjadi syarat dan rukun seseorang jika memeluk agama Islam. Dia harus melaksanakan puasa yang dikerjakan pada bulan Ramadhan selama sebulan penuh.


Baca Juga: Manfaat Puasa Ramadhan bagi Kesehatan Tubuh dan Jiwa

Pelaksanaan puasa Ramadhan diawali dengan sahur pada fajar shodiq sebelum azan subuh dan diakhiri dengan berbuka yang dilakukan pada sore hari ketika matahari sudah tenggelam dari bumi, atau ditandai dengan azan magrib.

Ketika malam hari, umat muslim sudah terbebas dari puasa. Mereka boleh menikmati makan dan minum secukupnya dan dianjurkan untuk melakukan ibadah selain puasa, seperti zikir, salat sunah, dan melakukan perbuatan-perbuatan lainnya yang dapat menambah pahala.

Sebab dalam bulan Ramadhan, segala pahala akan dilipatgandakan dari hari biasanya. Oleh karena itu, alangkah lebih baik jika umat muslim berlomba-lomba mendapatkan pahala pada bulan tersebut. Puasa di bulan Ramadhan juga memiliki makna, hikmah dan manfaat yang sangat besar. 

Seperti yang telah dibuktikan oleh pakar peneliti mengenai puasa di bulan Ramadhan. Dan mereka mengungkapkan bahwa puasa Ramadhan memiliki manfaat yang sangat besar, seperti dapat mengontrol hawa nafsu, dapat menyehatkan tubuh, mematikan virus dalam tubuh, dan lain sebagainya.

Tahukah Kalian, Puasa Apa Saja Yang Dilakukan Para Nabi?!

Butik78
puasa para nabi

Pengertian puasa dari segi bahasa berarti "menahan". Dalam bahasa Arab, puasa menjadi ash Shiyam yang memiliki makna al imsaaku anisy syai'i yaitu menahan dari sesuatu. Definisi puasa secara lengkap yaitu menahan diri dengan didasari niat dari segala hal yang dapat membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga terbenamnya matahari (azan magrib).

Puasa merupakan kegiatan ibadah yang diajarkan oleh para Nabi. Sejak kedatangan Nabi Adam Alaihis Salam hingga Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wa Salam. Puasa memiliki sejarah tersendiri sepanjang masa. Umat-umat terdahulu jauh sebelum kedatangan nabi Muhammad, ibadah puasa sudah dilaksanakan oleh para Nabi untuk mendekatkan diri kepada-Nya Tuhas Semesta Alam.

Dari berbagai puasa yang dilakukan oleh nabi-nabi terdahulu, disempurnakan oleh kedatangan Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wa Salam sebagai Rasul terakhir yang memberi pencerahan kepada umat manusia di dunia. Beliau menjalankan puasa wajib dan sunah agar umatnya dapat mengikuti seperti yang sudah beliau lakukan.

Ibadah puasa memang sudah tercipta sejak Nabi Adam Alaihis Salam hijrah ke bumi dan sampai turun temurun, dan pada akhirnya disempurnakan oleh nabi akhiruzzaman, Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wa Salam. Sehingga Islam kaya sekali dengan amalan-amalan puasa yang wajib, sunah, mubah, makruh, maupun haram. Semuanya sudah tertata dengan baik dalam syariat Islam. Allas SWT memberikan keadilan yang seadil-adilnya dan tidak ada kekurangan sedikit pun yang terjadi kepada setiap umatnya.

Puasa-Puasa Yang Dilakukan Para Nabi


1. Nabi Adam (Puasa 10 Muharam)


Dalam berbagai sumber, menyatakan bahwa Nabi Adam selalu berpuasa setiap hari Jumat. Ada juga yang menyatakan bahwa nabi Adam berpuasa tiga hari berturut-turut pada setiap bulan sepanjang tahun, dan ada juga yang riwayat lain bahwa beliau berpuasa pada tanggal 10 Muharam.

Pendapat lain menyebutkan lagi bahwasannya Nabi Adam berpuasa selama 40 hari 40 malam berturut-turut setiap tahun dengan maksud mendoakan anak-cucu keturunannya selalu dapat menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya.

Adapaun cara dan pelaksanaan puasa yang dilakukan oleh Nabi Adam Alaihis Salam tidak ada yang mengetahui. Bahkan dalam Al-Quran dan Hadist belum didapat (penjelasan) mengenai cara dan metode puasa yang dilakukan oleh Nabi Adam. Namun, sesungguhnya hakikat puasa pada zaman Nabi Adam sampai sekarang sama saja. Hanya berbeda konteks cara, waktu, dan kadar berpuasa. Oleh Karena itu, dalam menemukan konsep puasa yang dilakukan Nabi Adam, perlu ditinjau ulang dalam perspektif Hadist dam Atsar yang Sahih berkenaan dengan hal tersebut. (Tafsir Ibnu al-Arabi juz 1, halaman 74)

Namun hikmah dari semua puasa yang dilaksanakan oleh Nabi Adam tentu memiliki tujuan suci, yaitu mendapat ridho-Nya untuk menjadi manusia seutuhnya. Bagaimanapun, Nabi Adam adalah orang pertama yang menjajaki bumi sekaligus menjadi khalifah di dunia. Beliau juga menjadi nabi pertama yang perjuangannya diteruskan oleh nabi-nabi selanjutnya.

Hikmah dan keajaiban di balik puasa yang dilaksanakan oleh nabi Adam diantaranya yaitu pada tanggal 10 Muharam. Dalam sejarah yang ada, tanggal 10 Muharam merupakan peristiwa sakral yang perlu diingat bagi seluruh umat muslim di dunia. Allah SWT menciptakan alam, termasuk laut, darat, tumbuh-tumbuhan, hewan, dan lain sebagainya pada tanggal 10 Muharam.

Pada tanggal 10 Muharam juga, Allah Subhanahu Wa Ta'ala telah mengirimkan rahmatnya ke bumi melalui hujan. Allah SWT juga telah menciptakan Malaikat Jibril dan menetapkan sebagai malaikat yang menyampaikan wahyu kepada nabi. Dan, pada tanggal 10 Muharam merupakan hari yang sangat istimewa bagi Nabi Adam, karena pada tanggal tersebut Nabi Adam Alaihis Salam diterima taubatnya oleh Allah SWT.

Namun ada riwayat lain bahwasannya, Nabi Adam hanya berpuasa pada hari Jumat yang merupakan rasa syukur ditujukan kepada Allah SWT. Puasanya sebagai pengingat bahwa pada hari Jumat memiliki peristiwa yang begitu dasyat. Pada hari Jumat, Allah SWT menciptakan Nabi Adam. Nabi Adam diturunkan ke bumi karena melanggar larangan yang ditentukan oleh Allah SWT juga pada hari Jumat. Pada hari Jumat, taubatnya Nabi Adam diterima oleh Allah SWT. Dan Nabi Adam wafat pada hari Jumat.


Sesungguhnya Allah menjadikan Adam pada hari Jumat, diturunkan di bumi pada hari Jumat, dia bertobat kepada Allah atas dosanya memakan buah khuldi pada hari Jumat dan wafat pun pada hari Jumat.” (HR Bukhari)


Puasa yang dilakukan oleh nabi Adam memiliki banyak hikmah dan keajaiban. Selain menjalankan puasa, beliau juga memiliki kesetiaan sejati kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala, kesetiaan terhadap pasangannya, dan terlebih dapat menyelesaikan ujian yang telah diberikan oleh Allah SWT.

2. Nabi Idris (Puasa Sepanjang Masa)


puasa para nabi terdahulu
Nabi Idris, manusia pertama yang menulis

Amalan puasa yang terkenal dijalankan oleh Nabi Idris adalah berpuasa setiap hari sepanjang tahun. Beliau berpuasa dengan ikhlas tanpa mengharapkan balasan dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Beliau selalu memberikan contoh teladan, rendah hati, sabar, cakap dalam memahami ilmu alam, dan dapat istiqomah dalam berdakwah terhadap umatnya yang zalim.

Selain amalan puasa setiap hari, ketika malamnya setelah berbuka digunakan oleh Nabi Idris untuk beribadah dan bersujud kepada Allah Sang Pencipta Alam. Sehingga membuat Malaikat Izrail terkesima dengan Nabi Idris dan meminta izin kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala untuk bersahabat dengan beliau.

Sepanjang sejarah manusia yang Malaikat Izrail temui, belum pernah sekalipun ia mendapatkan sosok yang seperti Nabi Idris. Dalam kesehariannya, beliau mengeluarkan sinar indah yang tidak dimiliki oleh orang lain.


"Dan ceritakankanlah (Muhammad) kisah Idris di dalam Kitab (Al-Quran). Sesungguhnya dia seorang yang sangat mencintai kebenaran dan seorang nabi, dan Kami mengangkatnya ke martabat yang paling tinggi." (Q.S Maryam [19]: 56-57)

Malaikat Izrail menyamar menjadi manusia biasa yang semata-mata hanya ingin berada didekat Nabi Idris Alaihis Salam. Hingga sampailah Malaikat Izrail ke perjalanan spiritual yang begitu agung. Nabi Idris diajak oleh Malaikat Izrail untuk mengetahui surga dan neraka. 

Beliau tahu bagaimana merasakan panasnya api neraka yang dipenuhi dengan kobaran api jahannam. Beliau juga merasakan betapa indahnya berada di surga yang penuh kedamaian. Dan pada akhirnya, Nabi Idris wafat tatkala berada di langit keempat dengan ditemani oleh Malaikat Izrail.

3. Nabi Nuh (Puasa 3 Kali Setiap Bulan)


puasa para nabi terdahulu

Puasa yang diamalkan oleh Nabi Nuh adalah puasa tiga hari setiap bulan sepanjang tahun. Puasa  tersebut turun temurun sampai ke nabi Isa yang mewajibkan umatnya untuk puasa tiga hari setiap bulan. Oleh karena itu, nabi Nuh terkenal dengan kegiatan ibadah puasa yang dilaksanakan tiga hari setiap bulan sepanjang tahun.

Namun, ada juga sumber yang mengatakan bahwa sewaktu banjir bandang yang membinasakan semua orang-orang zalim, Nabi Nuh beserta umatnya menjalani kegiatan berpuasa selama di kapal. Hal ini diperkuat dengan penjelasan Ibnu Majah dan Ibnu Katsir yang menyebutkan bahwa "Puasa Nabi Nuh dilakukan setahun penuh waktu berada di atas kapal".

Puasa tersebut merupakan ungkapan rasa syukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala karena telah menyelamatkan Nabi Nuh dengan pengikutnya dari banjir bandang. Ritual puasa ini dilaksanakan sampai banjir sudah surut. Adapan ketentuannya tidak jauh berbeda dengan puasa yang biasa kita jalani yaitu dimulai dengan sahur sebelum subuh dan berbuka ketika mendengar azan magrib.

4. Nabi Musa (Puasa 40 Hari)


puasa para nabi terdahulu
Piramida dan Mesir

Jika Nabi Idris berpuasa setiap hari sepanjang tahun, maka Nabi Musa berpuasa selama 40 hari 40 malam tanpa putus. Puasa tersebut dilakukan semata hanya untuk menjalankan perintah-Nya.

Nabi Musa berpuasa di Gunung Sinai dan ditemani langsung oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala sampai puasanya selesai. Ketika sudah selesai dan turun dari Gunung Sinai, Nabi Musa mendapati perubahan wujud secara total. Tidak ada seorang pun yang dapat menandingi aura yang dimiliki oleh beliau.

Hal ini termasuk keajaiban yang dimiliki oleh Nabi Musa. Beliau mengeluarkan cahaya yang sangat terang dalam wajahnya. Setiap orang yang memandang, dengan seketika akan merasa kagum, sehingga tidak sedikit para kaumnya Bani Israil yang memilih mengikuti jejak beliau ke jalan yang lurus.

Kegiatan puasa Nabi Musa selama 40 hari 40 malam tersebut, sebenarnya diteruskan oleh bangsa Yahudi. Bangsa Yahudi memiliki keyakinan bahwa puasa tersebut sebagai bentuk penolakan bahaya atau ketidakberuntungan atas bencana yang menimpa. Mereka juga percaya bahwa puasa dapat meredam murka Tuhan dan dapat menghapus dosa-dosa yang selama ini mereka lakukan di dunia. 

Tetapi setelah Nabi Musa wafat, dengan seiring waktu bangsa Yahudi mengubah puasa yang dilakukan oleh Nabi Musa. Mereka merevisinya dengan cara mencari waktu yang ringan. Ketika musim hujan tiba dan durasi siang lebih sedikit dibandingkan malam, mereka baru melaksanakan puasa tersebut. Sehingga puasa yang mereka lakukan tidak seberat dan tidak sesuai tuntunan yang dilakukan oleh Nabi Musa ketika masih hidup.

5. Nabi Daud (Puasa Sehari Berpuasa Sehari Berbuka)


puasanya para nabi
Baitul Maqdis - Photo by MediaUmmat.co.id

Puasa yang dilakukan oleh Nabi Daud adalah puasa yang paling populer hingga saat ini, karena memang puasa Nabi Daud dibolehkan dalam syariat Islam untuk dilakukan oleh umat Muslim. Dalam pandangan banyak ulama bahwasannya puasa ini tergolong istimewa, karena Nabi Daud melakukannya bukan hanya sebagai seorang Rasul saja, namun juga sebagai seorang prajurit, raja dan ahli perang terkemuka yang terkenal dengan suara merdu.

Menurut Islam, puasa Daud dapat diartikan sebagai puasa sunah yang fadilahnya cukup besar. Sebagaimana yang sudah dijelaskan dalam hadist Rasulullah SAW berikut :

Diriwayatkan dari Abdullah bin Amru Radhiallahu Anhu, ia berkata Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Salam bersabda "Sesungguhnya puasa sunnah yang paling disenangi oleh Allah adalah puasa Nabi Daud dan salat sunnah yang paling disenangi Allah adalah salat Nabi Daud alaihis salam. Nabi Daud tidur separuh malam, lalu salat sepertiga malam, kemudian tidur lagi seperenam malam dan beliau berpuasa sehari lalu berbuka sehari (selang-seling)". (HR. Bukhari)

Nabi Daud adalah seorang rasul yang amalan salat dan puasanya sangat disukai oleh Allah SWT. Sehingga dari kehebatan inilah Allah Subhanahu Wa Ta'ala menurunkan amalan tersebut sampai kepada Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wa Salam.  Imam Bukhari dalam sebuah hadist sahih mengenai keutamaan puasa Daud kembali menjelaskan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda :

"Maka berpuasalah engkau sehari dan berbuka sehari, inilah yang dinamakan puasa Daud alaihis salam dan ini adalah puasa yang paling afdal". Lalu aku (Abdullah bin Amru radhiallahu anhu berkata "Sesungguhnya aku mampu untuk berpuasa daripada itu". Maka Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Salam bersabda "Tidak ada puasa yang lebih afdal daripada itu". (HR. Bukhari)

6. Nabi Isa (Puasa 40 Hari)


Nabi Isa terkenal dengan puasa 50 hari sepanjang tahun. Beliau juga menganjurkan agar umatnya mengikuti apa yang telah beliau jalani. Dapat menjadi orang yang mendapat ridho-Nya, dan kelak dapat merasakan surga serta dijauhkan dari api neraka. 

Karena puasa adalah salah satu jalan untuk mendekatkan diri kepada Sang Khalik. Semakin tinggi dan tulus ibadah puasa kita, maka Allah SWT akan semakin membuka pintu tobat kepada kita. Puasa yang dilaksanakan oleh Nabi Isa, yaitu selama 40 hari ternyata memberikan keteladanan tersendiri bagi kita.

Melalui puasa, beliau mampu menjaga dirinya dari godaan Iblis. Puasa mampu mengontrol hawa nafsu pada diri sendiri. Selama berpuasa, Iblis pernah menggoda agar Nabi Isa memakan roti. Namun, Nabi Isa memiliki kontrol diri yang sangat kuat, sehingga beliau menolak tawaran dari iblis.

Sepanjang puasa yang dilakukan oleh Nabi Isa, beliau memberi pesan kepada kaumnya untuk tidak pamer. Sebab akan sia-sia ibadah puasanya jika didasari oleh keinginan untuk menunjukkan diri. Hal ini yang sangat dihindari oleh nabi Isa.

Nabi Isa juga tidak suka ketika orang yang melakukan puasa, tetapi memperlihatkan wajah kusam dan muram. Lebih baik menampilkan keceriaan dan gembira layaknya ketika tidak berpuasa. Karena keceriaan tersebut akan memberi aura positif pada diri sendiri.

7. Nabi Muhammad (Puasa 30 Hari di Bulan Ramadhan)


puasa nabi muhammad
Pemandangan Kota Madinah, Istana Putih Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wa Salam - Photo by Groundviews.org

Puasa wajib yang dilaksanakan oleh nabi Muhammad SAW dan turun temurun dilakukan oleh umatnya juga adalah puasa Ramadhan. Puasa Ramadhan dilaksanakan selama sebulan penuh yang bertepatan pada bulan Ramadhan (tahun Hijriah). 

Puasa Ramadhan mulai disyariarkan pada tanggal 10 Sya'ban tahun kedua Hijriah, atau satu setengah tahun setelah umat Islam berhijrah dari Mekkah ke Madinah. Atau setelah umat Islam diperintahkan untuk memindahkan kiblatnya dari Masjidil Aqsa ke Masjidil Haram.


Dalam Al-Qur'an surah Al-Baqarah ayat 183 : "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa". (QS. Al-Baqarah [2] : 183)

Setelah ayat tersebut turun, puasa Ramadhan menjadi wajib dan harus dilaksanakan oleh umat muslim. Puasa tersebut menjadi syarat dan rukun seseorang jika memeluk agama Islam. Dia harus melaksanakan puasa yang dikerjakan pada bulan Ramadhan selama sebulan penuh.


Baca Juga: Manfaat Puasa Ramadhan bagi Kesehatan Tubuh dan Jiwa

Pelaksanaan puasa Ramadhan diawali dengan sahur pada fajar shodiq sebelum azan subuh dan diakhiri dengan berbuka yang dilakukan pada sore hari ketika matahari sudah tenggelam dari bumi, atau ditandai dengan azan magrib.

Ketika malam hari, umat muslim sudah terbebas dari puasa. Mereka boleh menikmati makan dan minum secukupnya dan dianjurkan untuk melakukan ibadah selain puasa, seperti zikir, salat sunah, dan melakukan perbuatan-perbuatan lainnya yang dapat menambah pahala.

Sebab dalam bulan Ramadhan, segala pahala akan dilipatgandakan dari hari biasanya. Oleh karena itu, alangkah lebih baik jika umat muslim berlomba-lomba mendapatkan pahala pada bulan tersebut. Puasa di bulan Ramadhan juga memiliki makna, hikmah dan manfaat yang sangat besar. 

Seperti yang telah dibuktikan oleh pakar peneliti mengenai puasa di bulan Ramadhan. Dan mereka mengungkapkan bahwa puasa Ramadhan memiliki manfaat yang sangat besar, seperti dapat mengontrol hawa nafsu, dapat menyehatkan tubuh, mematikan virus dalam tubuh, dan lain sebagainya.

Tidak ada komentar