Halaman

    Social Items

Visit Namina Blog
macam-macam puasa menurut syariat Islam

Puasa merupakan salah satu bagian dari Rukun Islam dan memiliki banyak manfaat baik untuk kesehatan jasmani maupun rohani kita. Orang yang berpuasa sama halnya dengan belajar untuk mengendalikan diri agar tetap menjadi manusia yang seutuhnya. Terhindar dari perbuatan dan pikiran yang buruk atau jahat. Dan Allah Subhanahu Wa Ta'ala akan selalu melindungi orang yang memuliakan puasa dengan baik sesuai dengan syariat.

Puasa memiliki sejarah yang luar biasa di kehidupan manusia di bumi. Puasa dalam agama Islam memiliki berbagai macam sifat, yaitu puasa wajib, sunah, makruh dan haram. Dengan adanya macam-macam sifat puasa tersebut, bukan berarti menjadikan puasa lebih rumit dan susah untuk dipahami. Tetapi justru membuat kita akan lebih memahami dan menambah pengetahuan kita tentang puasa.

Ini juga membuktikan bahwa betapa sempurnya agama Islam yang telah di bawa oleh Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam kepada umatnya. Beliau menciptakan sistem fikih yang sangat tepat bagi umat muslim, agar dapat merasakan kenikmatan dunia dan selamat di akhirat.


Baca Juga: Puasa Para Nabi, Mulai dari Nabi Adam hingga Nabi Muhammad (Lengkap)


Menurut para ahli fikih, puasa yang ditetapkan oleh syariat sudah memiliki pengertian dan contoh masing-masing. Para ulama sudah mendeskripsikan dengan baik mengenai macam-macam puasa, antara lain sebagai berikut :

Macam -  Macam Puasa Wajib 


macam-macam puasa menurut syariat islam

Puasa wajib adalah puasa yang hukumnya wajib dilakukan. Ketika kita dapat melaksanakannya maka akan mendapat pahala, sebaliknya jika kita meninggalkannya maka akan mendapatkan dosa, kecuali jika ada keterpaksaan dan alasan kuat untuk tidak mengerjakannya (maka hal itu tidaklah mengapa, contoh bila sakit atau sedang dalam perjalanan). Adapun contoh puasa wajib sebagai berikut :

1. Puasa Ramadhan


Puasa Ramadhan adalah puasa yang dilaksanakan oleh seluruh umat muslim di dunia yang bertepatan di bulan Ramadhan. Puasa Ramadhan adalah puasa kemenangan bagi umat muslim dalam meraih rida-Nya. Seperti yang telah difirmankan oleh Allah SWT dalam surat Al-Baqarah ayat 185, yaitu :

"Bulan Ramadhan adalah bulan diturunkannya Alqur'an. Alqur'an adalah petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan batil)." (QS. Al-Baqarah [2]: 185)

Bulan Ramadhan adalah bulan yang sangat istimewa bagi umat muslim. Semua perbuatan baik dan amal ibadah kita akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah Ta'ala. Dan juga bulan diturunkannya Alqur'an dari malaikat Jibril kepada Rasulullah yang menjadi petunjuk dan pembeda antara yang benar dan salah.

Baca Juga: 5 Tips Sehat Selama Berpuasa di Bulan Ramadhan

2. Puasa Qodho


Puasa Qodho adalah puasa yang wajib dilakukan untuk melunasi hutang puasa yang sebelumnya. Puasa Qodho biasanya dikerjakan untuk mengganti puasa Ramadhan yang ditinggalkan karena ada halangan, sakit, atau sedang berpergian sebanyak hari yang ditinggalkan (tidak berpuasa).


Baca Juga: Manfaat Puasa Ramadhan bagi Jiwa dan Tubuh Anda!

Puasa Qodho menjadi puasa yang wajib dilaksanakan, karena termasuk kategori berhutang. Dengan cara meng-qodho, hutang puasa kita dapat dilunasi. Seperti yang terkandung dalam Alqur'an berikut ini :

"(yaitu) dalam beberapa hari tertentu. Maka barang siapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang dittinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidiah, (yaitu): memberi makan orang miskin. Barang siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui." (QS. Al-Baqarah [2]: 184)

3. Puasa Kafarot


Puasa Kafarot adalah puasa yang dilakukan untuk menebus dosa akibat melakukan perbuatan buruk, seperti membunuh dan melanggar sumpah. Puasa Kafarot menjadi wajib, karena memberi kesempatan kepada kaum muslim untuk selalu bertobat kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala, dan belajar mengoreksi diri sendiri terhadap perbuatan yang telah dilakukan selama hidup di dunia.

a. Pembunuhan

Ketika seorang muslim tanpa sengaja membunuh sesama muslim. Allah memberikan kesempatan untuk bertobat dan tidak mengulangi perbuatannya lagi. Karena bagaimanapun, membunuh adalah perbuatan yang dilarang keras oleh agama Islam.

Yaitu menebus perbuatannya dengan cara melakukan puasa selama dua bulan berturut-turut dan bertobat kepada Allah SWT, seperti yang telah difirmankan Allah SWT dalam surat An-Nisa ayat 92 berikut :

"Dan tidak layak bagi seorang mukmin menbunuh seorang mukmim (yang lain), kecuali karena tersalah (tidak sengaja), dan barang siapa membunuh seorang mukmin karena tersalah (hendaklah) ia memerdekakan seorang hamba sahaya yang beriman serta membayar diat yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh itu), kecuali jika mereka (keluarga terbunuh) bersedekah. Jika ia (si terbunuh) dari kaum (kafir) yang ada perjanjian (damai) antara mereka dengan kamu, maka (hendaklah si pembunuh) membayar diat yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh) serta memerdekakan hamba sahaya yang beriman. Barang siapa yang tidak memperolehnya, maka hendaklah ia (si pembunuh) berpuasa dua bulan berturut-turut untuk penerimaan taubat daripada Allah. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana." (QS. An-Nisa [4]: 92)

b. Melanggar Sumpah

Allah tidak memberikan hukuman kepada kaum muslim jika kita melanggar sumpah yang telah diucapkan karena tidak sengaja. Tetapi ketika sumpah itu diucapkan dengan yakin dan sepenuh hati dengan niat bersungguh-sungguh, dan kemudian dilanggar, maka akan mendapatkan denda. 

Adapun pilihannya adalah: memberi makan sepuluh orang miskin, memberi pakaian kepada sepuluh orang miskin, memerdekakan hamba sahaya, atau berpuasa selama tiga hari berturut-turut. Seperti dijelaskan dalam firman Allah SWT berikut :

"Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja, maka kafarat (melanggar) sumpah itu, ialah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yng biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang budak. Barangsiapa tidak sanggup melakukan yang demikian, maka kafaratnya puasa selama tiga hari. Yang demikian itu adalah kafarat sumpah-sumpahmu bila kamu bersumpah (dan kamu langgar). Dan jagalah sumpahmu. Demikianlah Allah menerangkan kepadamu hukum-hukum-Nya agar kamu bersyukur (kepada-Nya)." (QS. Al-Maidah [5]: 89)

4. Puasa Nazar


Puasa Nazar yaitu puasa wajib yang dilakukan oleh orang yang telah bernazar puasa sebanyak hari yang telah diucapkan sebelum bernazar. Sebagaimana hadist yang telah diriwayatkan dimana Rasulullah pernah berkata: "Apabila seseorang bernazar menjalankan puasa, maka puasa nazar tersebut harus dipenuhi". (HR. Bukhari)

Dengan melaksanakan puasa nazar berarti kita sudah menepati janji kepada Allah SWT. Kita sebagai seorang hamba harus selalu menjalankan perintah dan larangan-Nya, agar mendapatkan Ridha-Nya selama menjalani hidup di dunia.

Macam -  Macam Puasa Sunnah


macam macam puasa wajib dan sunnah

Puasa sunnah adalah puasa yang bila dilaksanakan akan mendapatkan pahala dan bila tidak dilaksanakan tidak mendapat dosa. Puasa sunnah adalah puasa yang dilatarbelakangi dengan tumbuhnya kesadaran seseorang dari dalam hati. 

Puasa sunnah berbeda jauh dengan puasa wajib, kalau puasa wajib lebih diwajibkan dan harus dilaksanakan. Tetapi puasa sunnah ketika dilaksanakan akan menciptakan ketulusan hati seseorang dalam beribadah. Puasa sunnah ada beberapa macam, antara lain :

1. Puasa Arafah


Puasa Arafah dilaksanakan ketika memasuki hari kesembilan pada saat memasuki bulan Zulhijah bagi kita yang tidak mengikuti ibadah haji di Mekkah agar mendapatkan pahala pada hari ke sembilan bulan zulhijah tersebut.

Sedangkan bagi yang sedang menunaikan ibadah haji di Mekkah akan lebih baik jika tidak melaksanakan puasa arafah ini dengan tujuan agar ibadah hajinya lebih maksimal dan dapat menyempurnakan rukun Islam. Namun, jika jamah haji sanggup dan kuat menjalankan puasa arafah, maka syariat Islam pun tidak melarangnya.

2. Puasa Zulhijah


Menunaikan puasa selama sepuluh hari pertama di bulan Zulhijah sama saja dengan berpuasa selama setahun penuh. Selain berpuasa, juga disunnahkan untuk memperbanyak pahala dengan barzikir, istigfar, berdoa, bersedekah, dan lain sebagainya.

Selain itu keutamaaan lainnya jika mengerjakan shalat malam di bulan Zulhijah maka pahalanya sebanding dengan shalat malam pada malam Lailatul Qodar. 

3. Puasa Tasu'a 


Puasa Tasu'a adalah ibadah puasa sunnah yang dilaksanakan pada tanggal 9 Muharam dengan tujuan untuk mengiringi puasa esok harinya dan menjadi puasa pembeda antara Yahudi dan Nasrani. Seperti hadist dari Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam, yaitu :

"Wahai Rasulullah, sesungguhnya tanggal 10 Muharam itu hari yang digunakan dan diagungkan oleh Yahudi dan Nasrani." Dan Rasulullah menjawab, "Jika datang tahun depan, Insyaallah kita akan berpuasa tanggal 9 Muharam". Ibnu Abas melanjutkan, "Namun belum sampai menjumpai bulan Muharam tahun depan, Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam wafat". (HR. Muslim)

4. Puasa Asyura


Puasa Asyura merupakan ibadah puasa sunnah yang dilaksanakan setelah menunaikan puasa sunnah Tasu'a. Puasa asyura ini merupakan puasa turun-temurun dari nabi-nabi sebelumnya, dan juga dilaksanakan oleh kaum Yahudi dan Nasrani.

Sebagaimana yang telah diriwayatkan oleh Imam Muslim melalui ucap Abu Qatabah al-Anshari Radiallahu 'Anhu bahwa : "Rasulullah pernah ditanya mengenai puasa pada hari Asyura dan beliau menjawab, 'Ia akan menghapus dosa-dosa sepanjang tahun yang berlalu'." (HR. Muslim)

Dari hadist diatas, sudah jelas keutamaan melaksanakan puasa pada tanggal 10 Muharam. Allah akan mengampuni segala dosa yang telah kita lakukan sepanjang tahun.

5. Puasa Syawal


Puasa Syawal yaitu ibadah puasa sunah yang dilaksanakan selama enam hari di bulan Syawal. Puasa ini biasa dilaksanakan setelah Hari Raya Idul Fitri. Tetapi sebenarnya puasa ini dapat dilakukan pada tanggal kapan saja selama masih memasuki bulan Syawal.

Keutamaan dari puasa Syawal disebutkan dalam hadist Rasulullah Shalallahu A'alaihi Wa Sallam, yaitu: "Siapa saja yang berpuasa Ramadhan, kemudian diikuti puasa enam hari bulan Syawal, maka itulah puasa satu tahun." (HR. Ahmad dan Muslim)

6. Puasa Senin - Kamis


Puasa senin - kamis adalah puasa sunah yang dilaksanakan pada hari senin dan kamis. Pada masa Rasulullah SAW masih hidup, puasa sunnah ini selalu dikerjakan. Oleh karena itu, seluruh umat muslim juga sering menyunnahkan puasa senin-kamis ini. 

Keutamaan puasa sunah senin-kamis ini telah disebutkan dalam hadist Rasululullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi Radiallahu 'Anhu, melalui ucapan Abu Hurairah, yaitu :

"Bahwasanya Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam adalah yang paling banyak berpuasa pada hari senin dan kamis." Dan saat itu Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam pernah ditanya oleh sahabat, Beliau memberikan jawaban, "Sesungguhnya segala amal dan perbuatan dipersembahkan pada hari senin dan kamis, maka Allah Subhanahu Wa Ta'ala akan mengampuni segala dosa setiap orang mukmin, kecuali dua orang yang bermusuhan." Maka Allah pun berfirman: "Tangguhkan keduanya." (HR. Ahmad)

7. Puasa Sya'ban


Puasa Sya'ban adalah puasa sunah yang dikerjakan pada bulan Sya'ban. Puasa Sya'ban merupakan puasa sunnah yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW kepada umat muslim di dunia. Berdasarkan Hadist yang telah diriwayatkan oleh Imam Nasa'i yang artinya :

"Saya berkata: "Ya Rasulullah, saya belum pernah melihat Anda berpuasa dalam suatu bulan dari bulan-bulan yang ada seperti puasamu di bulan Sya'ban," dan beliau menanggapi dengan bersabda: "Bulan itulah yang manusia lalai pada dirinya antara Rajab dan Ramadhan. Dan merupakan bulan yang di dalamnya diangkat amalan-amalan kepada Rabbul 'Alamin. Dan saya menyukai amal saya diangkat, pada waktu itu saya dalam keadaan berpuasa." (HR. Nasa'i)

8. Puasa 3 Hari di Pertengahan Bulan


Puasa tiga hari di pertengahan bulan, dikenal dengan puasa sunnah Ayyamul Bidh. Puasa ini merupakan puasa turun temurun yang dilakukan oleh nabi-nabi terdahulu dan sampai sekarang tetap menjadi amalan sunah bagi umat muslim.

Puasa sunah ini dikerjakan tiga hari berturut-turut setiap bulan, yaitu pada tanggal 13, 14, dan 15 dan bertepatan pada tengah-tengah bulan. Keutamaan puasa tertulis dalam Hadist yang telah diriwayatkan oleh Imam Bukhari melalui perkataan Abu Hurairah Radiallahu 'Anhu, sebagai berikut :

"Kekasihku yaitu Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam telah memberi wasiat padaku. Ada tiga nasihat yang aku tidak meninggalkannya hingga aku mati, yaitu berpuasa tiga hari setiap bulannya, mengerjakan shalat Duha dan mengerjakan Shalat Witir sebelum tidur." (HR. Bukhari)

9. Puasa Ashurul Hurum


Puasa Ashurul Hurum adalah puasa sunnah yang dilaksanakan pada bulan-bulan haram, diantaranya yaitu bulan Dzulqa'dah, Zulhijah, Muharam, dan Rajab. Puasa ini dikerjakan dengan maksud untuk membuang sesuatu yang diharamkan (meninggalkan sesuatu perbuatan atau segala suatu hal apa pun yang diharamkan oleh syariat) dan diganti dengan mengamalkan ibadah puasa sunah pada bulan tersebut.

"Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan Bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam (bulan yang empat) itu," (QS. At-Taubah 9: Ayat 36)

Empat bulan tersebut merupakan bulan yang istimewa bagi kaum muslim untuk tetap mencari berkah dunia dan akhirat. Dengan cara berpuasa sunnah, membersihkan diri dan menjauhkan dari perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh syariat Islam.


Macam-Macam Puasa Wajib dan Puasa Sunnah Menurut Syariat Islam

tips sehat selama berpuasa

Puasa Ramadhan adalah salah satu ibadah yang diwajibkan bagi umat muslim yang mempunyai dampak positif bagi jiwa dan raga terutama untuk kesehatan fisik dan psikis. Selama sebelas bulan kita bebas mengkonsumsi makanan dan minuman tanpa dibatasi oleh waktu. Nah, dalam sebulan selama Ramadhan ini saatnya bagi kita untuk membersihkan tubuh dengan berpuasa.

Selama kita berpuasa secara otomatis kerja organ tubuh yang biasanya berat akan berkurang dan tubuh bisa melakukan detoksifikasi alami untuk mengeluarkan racun-racun dalam tubuh. Puasa memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh jika dilakukan dengan cara yang sehat.


Baca Juga: Manfaat Puasa bagi Kesehatan (baik Tubuh dan Jiwa Anda!)


Pola makan yang berubah selama bulan puasa harus disiasati dengan benar agar tubuh tetap sehat, bugar dan fit. Sehingga setelah Ramadhan usai, selain kita lebih dekat kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala, kita juga menjadi pribadi yang lebih sehat dari sebelumnya.

Untuk menjaga tubuh tetap sehat, bugar dan fit selama berpuasa, berikut ini beberapa tips sehat saat berpuasa di bulan Ramadhan yang perlu diketahui :

1. Mengkonsumsi Makanan Sehat Saat Sahur


tips sehat berpuasa
Sayur-Sayuran, merupakan salah satu contoh makanan sehat

Selama menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan sangat penting untuk memperhatikan jenis makanan yang di konsumsi agar dapat memberikan energi yang maksimal untuk tubuh. Dengan mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi saat sahur, maka setiap muslim akan tetap dapat beraktivitas normal selama berpuasa di bulan Ramadhan.

Selain itu porsi makanan juga perlu diperhatikan, terlalu banyak makan pada saat sahur tidak akan membuat tubuh kita lebih kuat dan bugar. Yang perlu diperhatikan pada saat santap sahur adalah makanan yang kaya dengan karbohidrat, protein, sayur dan buah. Untuk pelengkap nutrisi saat sahur bisa juga diakhiri dengan segelas susu.

Makanan yang harus dihindari saat sahur adalah karbohidrat olahan seperti gula, tepung, pastry, donat, dan lain-lain dikarenakan hanya tahan 3 - 4 jam dan tidak cukup bergizi. Makanan asin juga perlu dihindari karena menyebabkan kadar sodium di dalam tubuh tidak seimbang sehingga mudah menimbulkan rasa haus. 

Yang terpenting dilakukan saat sahur adalah minum air putih yang cukup sebelum imsak, setidaknya tiga sampai lima gelas. Karena saat berpuasa kita akan kehilangan banyak cairan tubuh, jadi dengan minum air putih yang cukup dapat menjaga tubuh kita dari dehidrasi.

2. Berolahraga Agar Tubuh Tetap Bugar


tips sehat puasa ramadhan
Olahraga saat berpuasa bukanlah membuat kita menjadi lemas, malah menjaga kebugaran tubuh lho!

Untuk menjaga kebugaran tubuh saat menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan adalah dengan berolahraga. Olahraga saat berpuasa bukanlah sesuatu yang tidak mungkin dilakukan. Kita hanya perlu menentukan waktu yang tepat untuk berolahraga dan pilihlah olahraga yang tidak terlalu berat. 

Waktu yang terbaik yang dianjurkan untuk berolahraga adalah pada saat setelah selesai berbuka, karena setelah berbuka tubuh kembali mendapatkan asupan energi dari makanan dan minuman. Ada juga yang berpendapat bahwa waktu yang tepat untuk berolahraga di waktu puasa adalah 30 - 60 menit menjelang berbuka puasa. Tergantung dengan dengan kondisi fisik kita masing-masing, karena setiap individu mempunyai kondisi tubuh yang berbeda-beda.

Jenis olahraga juga perlu diperhatikan selama menjalankan ibadah puasa. Pilihlah olahraga yang ringan seperti berjalan, jogging atau bersepeda. Olahraga seperti ini sudah cukup bagus dilakukan saat berpuasa, karena disamping dapat menjaga kebugaran tubuh juga dapat memperlancar peredaran darah.

3. Memperhatikan Menu Makanan Saat Berbuka


tips sehat selama berpuasa
Saat puasa, lapar sih iya, tapi bukan berarti saat berbuka malah gila-gilaan makan ya!

Saat berbuka puasa adalah saat yang di tunggu-tunggu. Banyak makanan yang menggiurkan yang tersedia pada saat berbuka puasa, seperti gorengan, cendol, es buah dan banyak makanan manis lainnya. 

Akan tetapi yang perlu diperhatikan adalah jangan terlalu berlebihan dalam mengkonsumsi makanan saat berbuka puasa. Karena perut yang kosong selama berpuasa akan kaget dan menjadi sakit bila dimasuki makanan dengan jumlah berlebih.

Akan lebih baik pada saat berbuka diawali dengan minum segelas teh hangat dan menyantap buah-buahan. Buah kurma adalah salah satu pilihan terbaik karena dapat membantu tubuh yang terhidrasi cepat sekaligus menyuplai energi yang membuat tubuh kembali segar setelah berpuasa.

Menu lain yang baik untuk berbuka adalah kacang-kacangan. Karena mengandung lemak baik yang dibutuhkan tubuh saat berpuasa dan menjaga perut kenyang serta mencegah makan yang berlebihan ketika berbuka.

Sayur-sayuran sangat dianjurkan menjadi menu utama saat berbuka. Sayuran sepeti timun, selada dan jenis lain yang berserat tinggi bagus untuk tubuh saat berbuka. Tidak hanya dapat menghilangkan haus tetapi juga bagus untuk menjaga kesehatan kulit dan mencegah sembelit.

Air putih dan jus buah juga penting untuk di konsumsi selama jeda waktu antara saat berbuka dan menjelang tidur. Dan yang harus dihindari pada saat berbuka adalah minuman yang mengandung karbohidrat tinggi seperti minuman bersoda.

Jenis makanan yang tidak dianjurkan dikonsumsi secara rutin pada saat berbuka adalah aneka jenis gorengan dan makanan dengan kadar gula yang tinggi seperti permen, coklat, dan lain sebagainya.

4. Konsumsi Cukup Air


tips sehat selama berpuasa
Jangan mikirin makan mulu, air juga sama pentingnya lho!

Air merupakan zat yang diperlukan sebagai dasar asupan kebutuhan tubuh. Lebih dari 60% tubuh kita terdiri dari cairan (air). Untuk menjalankan fungsinya dengan baik, setiap organ tubuh kita membutuhkan asupan air. Untuk itulah kita perlu mengkonsumsi air yang cukup, agar semua organ tubuh kita berfungsi dengan baik.

Air putih merupakan hal yang sangat penting, karena tubuh kita tidak mendapatkan asupan air selama kurang lebih 12 jam saat berpuasa. Jadi konsumsi air yang cukup sat berbuka puasa hingga sahur adalah hal yang paling penting untuk menjaga agar tubuh kita tidak kehilangan cairan.

Untuk menjaga keseimbangan kadar air dalam tubuh, pastikan kita mengkonsumsi air putih kurang lebih 2 liter atau sebanyak 8 gelas per hari. Bisa disiasati dengan minum 2 gelas saat berbuka, 3 gelas saat makan malam dan 3 gelas saat sahur. 

5. Kendalikan Emosi


tips sehat berpuasa di bulan ramadhan

Dalam berpuasa selain menahan lapar dan haus, kita juga harus dapat menahan hawa nafsu termasuk menahan semua emosi dan nafsu yang negatif agar ibadah puasa kita mendapat pahala di hadapan Allah SWT. Puasa juga bertujuan untuk dapat mengendalikan emosi, belajar bersabar, dan berupaya untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Dengan mengendalikan semua emosi negatif tentunya dapat membuat jiwa kita tumbuh lebih sehat. Serta emosi yang terkontrol juga akan membuat tubuh kita menjadi sehat. Keseimbangan rohani dan jasmani dalam menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan adalah kombinasi yang pas agar puasa yang kita lakukan membawa banyak manfaat dan berkah.

5 Tips Sehat Selama Berpuasa di Bulan Ramadhan


puasa para nabi

Pengertian puasa dari segi bahasa berarti "menahan". Dalam bahasa Arab, puasa menjadi ash Shiyam yang memiliki makna al imsaaku anisy syai'i yaitu menahan dari sesuatu. Definisi puasa secara lengkap yaitu menahan diri dengan didasari niat dari segala hal yang dapat membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga terbenamnya matahari (azan magrib).

Puasa merupakan kegiatan ibadah yang diajarkan oleh para Nabi. Sejak kedatangan Nabi Adam Alaihis Salam hingga Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wa Salam. Puasa memiliki sejarah tersendiri sepanjang masa. Umat-umat terdahulu jauh sebelum kedatangan nabi Muhammad, ibadah puasa sudah dilaksanakan oleh para Nabi untuk mendekatkan diri kepada-Nya Tuhas Semesta Alam.

Dari berbagai puasa yang dilakukan oleh nabi-nabi terdahulu, disempurnakan oleh kedatangan Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wa Salam sebagai Rasul terakhir yang memberi pencerahan kepada umat manusia di dunia. Beliau menjalankan puasa wajib dan sunah agar umatnya dapat mengikuti seperti yang sudah beliau lakukan.

Ibadah puasa memang sudah tercipta sejak Nabi Adam Alaihis Salam hijrah ke bumi dan sampai turun temurun, dan pada akhirnya disempurnakan oleh nabi akhiruzzaman, Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wa Salam. Sehingga Islam kaya sekali dengan amalan-amalan puasa yang wajib, sunah, mubah, makruh, maupun haram. Semuanya sudah tertata dengan baik dalam syariat Islam. Allas SWT memberikan keadilan yang seadil-adilnya dan tidak ada kekurangan sedikit pun yang terjadi kepada setiap umatnya.

Puasa-Puasa Yang Dilakukan Para Nabi


1. Nabi Adam (Puasa 10 Muharam)


Dalam berbagai sumber, menyatakan bahwa Nabi Adam selalu berpuasa setiap hari Jumat. Ada juga yang menyatakan bahwa nabi Adam berpuasa tiga hari berturut-turut pada setiap bulan sepanjang tahun, dan ada juga yang riwayat lain bahwa beliau berpuasa pada tanggal 10 Muharam.

Pendapat lain menyebutkan lagi bahwasannya Nabi Adam berpuasa selama 40 hari 40 malam berturut-turut setiap tahun dengan maksud mendoakan anak-cucu keturunannya selalu dapat menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya.

Adapaun cara dan pelaksanaan puasa yang dilakukan oleh Nabi Adam Alaihis Salam tidak ada yang mengetahui. Bahkan dalam Al-Quran dan Hadist belum didapat (penjelasan) mengenai cara dan metode puasa yang dilakukan oleh Nabi Adam. Namun, sesungguhnya hakikat puasa pada zaman Nabi Adam sampai sekarang sama saja. Hanya berbeda konteks cara, waktu, dan kadar berpuasa. Oleh Karena itu, dalam menemukan konsep puasa yang dilakukan Nabi Adam, perlu ditinjau ulang dalam perspektif Hadist dam Atsar yang Sahih berkenaan dengan hal tersebut. (Tafsir Ibnu al-Arabi juz 1, halaman 74)

Namun hikmah dari semua puasa yang dilaksanakan oleh Nabi Adam tentu memiliki tujuan suci, yaitu mendapat ridho-Nya untuk menjadi manusia seutuhnya. Bagaimanapun, Nabi Adam adalah orang pertama yang menjajaki bumi sekaligus menjadi khalifah di dunia. Beliau juga menjadi nabi pertama yang perjuangannya diteruskan oleh nabi-nabi selanjutnya.

Hikmah dan keajaiban di balik puasa yang dilaksanakan oleh nabi Adam diantaranya yaitu pada tanggal 10 Muharam. Dalam sejarah yang ada, tanggal 10 Muharam merupakan peristiwa sakral yang perlu diingat bagi seluruh umat muslim di dunia. Allah SWT menciptakan alam, termasuk laut, darat, tumbuh-tumbuhan, hewan, dan lain sebagainya pada tanggal 10 Muharam.

Pada tanggal 10 Muharam juga, Allah Subhanahu Wa Ta'ala telah mengirimkan rahmatnya ke bumi melalui hujan. Allah SWT juga telah menciptakan Malaikat Jibril dan menetapkan sebagai malaikat yang menyampaikan wahyu kepada nabi. Dan, pada tanggal 10 Muharam merupakan hari yang sangat istimewa bagi Nabi Adam, karena pada tanggal tersebut Nabi Adam Alaihis Salam diterima taubatnya oleh Allah SWT.

Namun ada riwayat lain bahwasannya, Nabi Adam hanya berpuasa pada hari Jumat yang merupakan rasa syukur ditujukan kepada Allah SWT. Puasanya sebagai pengingat bahwa pada hari Jumat memiliki peristiwa yang begitu dasyat. Pada hari Jumat, Allah SWT menciptakan Nabi Adam. Nabi Adam diturunkan ke bumi karena melanggar larangan yang ditentukan oleh Allah SWT juga pada hari Jumat. Pada hari Jumat, taubatnya Nabi Adam diterima oleh Allah SWT. Dan Nabi Adam wafat pada hari Jumat.


Sesungguhnya Allah menjadikan Adam pada hari Jumat, diturunkan di bumi pada hari Jumat, dia bertobat kepada Allah atas dosanya memakan buah khuldi pada hari Jumat dan wafat pun pada hari Jumat.” (HR Bukhari)


Puasa yang dilakukan oleh nabi Adam memiliki banyak hikmah dan keajaiban. Selain menjalankan puasa, beliau juga memiliki kesetiaan sejati kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala, kesetiaan terhadap pasangannya, dan terlebih dapat menyelesaikan ujian yang telah diberikan oleh Allah SWT.

2. Nabi Idris (Puasa Sepanjang Masa)


puasa para nabi terdahulu
Nabi Idris, manusia pertama yang menulis

Amalan puasa yang terkenal dijalankan oleh Nabi Idris adalah berpuasa setiap hari sepanjang tahun. Beliau berpuasa dengan ikhlas tanpa mengharapkan balasan dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Beliau selalu memberikan contoh teladan, rendah hati, sabar, cakap dalam memahami ilmu alam, dan dapat istiqomah dalam berdakwah terhadap umatnya yang zalim.

Selain amalan puasa setiap hari, ketika malamnya setelah berbuka digunakan oleh Nabi Idris untuk beribadah dan bersujud kepada Allah Sang Pencipta Alam. Sehingga membuat Malaikat Izrail terkesima dengan Nabi Idris dan meminta izin kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala untuk bersahabat dengan beliau.

Sepanjang sejarah manusia yang Malaikat Izrail temui, belum pernah sekalipun ia mendapatkan sosok yang seperti Nabi Idris. Dalam kesehariannya, beliau mengeluarkan sinar indah yang tidak dimiliki oleh orang lain.


"Dan ceritakankanlah (Muhammad) kisah Idris di dalam Kitab (Al-Quran). Sesungguhnya dia seorang yang sangat mencintai kebenaran dan seorang nabi, dan Kami mengangkatnya ke martabat yang paling tinggi." (Q.S Maryam [19]: 56-57)

Malaikat Izrail menyamar menjadi manusia biasa yang semata-mata hanya ingin berada didekat Nabi Idris Alaihis Salam. Hingga sampailah Malaikat Izrail ke perjalanan spiritual yang begitu agung. Nabi Idris diajak oleh Malaikat Izrail untuk mengetahui surga dan neraka. 

Beliau tahu bagaimana merasakan panasnya api neraka yang dipenuhi dengan kobaran api jahannam. Beliau juga merasakan betapa indahnya berada di surga yang penuh kedamaian. Dan pada akhirnya, Nabi Idris wafat tatkala berada di langit keempat dengan ditemani oleh Malaikat Izrail.

3. Nabi Nuh (Puasa 3 Kali Setiap Bulan)


puasa para nabi terdahulu

Puasa yang diamalkan oleh Nabi Nuh adalah puasa tiga hari setiap bulan sepanjang tahun. Puasa  tersebut turun temurun sampai ke nabi Isa yang mewajibkan umatnya untuk puasa tiga hari setiap bulan. Oleh karena itu, nabi Nuh terkenal dengan kegiatan ibadah puasa yang dilaksanakan tiga hari setiap bulan sepanjang tahun.

Namun, ada juga sumber yang mengatakan bahwa sewaktu banjir bandang yang membinasakan semua orang-orang zalim, Nabi Nuh beserta umatnya menjalani kegiatan berpuasa selama di kapal. Hal ini diperkuat dengan penjelasan Ibnu Majah dan Ibnu Katsir yang menyebutkan bahwa "Puasa Nabi Nuh dilakukan setahun penuh waktu berada di atas kapal".

Puasa tersebut merupakan ungkapan rasa syukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala karena telah menyelamatkan Nabi Nuh dengan pengikutnya dari banjir bandang. Ritual puasa ini dilaksanakan sampai banjir sudah surut. Adapan ketentuannya tidak jauh berbeda dengan puasa yang biasa kita jalani yaitu dimulai dengan sahur sebelum subuh dan berbuka ketika mendengar azan magrib.

4. Nabi Musa (Puasa 40 Hari)


puasa para nabi terdahulu
Piramida dan Mesir

Jika Nabi Idris berpuasa setiap hari sepanjang tahun, maka Nabi Musa berpuasa selama 40 hari 40 malam tanpa putus. Puasa tersebut dilakukan semata hanya untuk menjalankan perintah-Nya.

Nabi Musa berpuasa di Gunung Sinai dan ditemani langsung oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala sampai puasanya selesai. Ketika sudah selesai dan turun dari Gunung Sinai, Nabi Musa mendapati perubahan wujud secara total. Tidak ada seorang pun yang dapat menandingi aura yang dimiliki oleh beliau.

Hal ini termasuk keajaiban yang dimiliki oleh Nabi Musa. Beliau mengeluarkan cahaya yang sangat terang dalam wajahnya. Setiap orang yang memandang, dengan seketika akan merasa kagum, sehingga tidak sedikit para kaumnya Bani Israil yang memilih mengikuti jejak beliau ke jalan yang lurus.

Kegiatan puasa Nabi Musa selama 40 hari 40 malam tersebut, sebenarnya diteruskan oleh bangsa Yahudi. Bangsa Yahudi memiliki keyakinan bahwa puasa tersebut sebagai bentuk penolakan bahaya atau ketidakberuntungan atas bencana yang menimpa. Mereka juga percaya bahwa puasa dapat meredam murka Tuhan dan dapat menghapus dosa-dosa yang selama ini mereka lakukan di dunia. 

Tetapi setelah Nabi Musa wafat, dengan seiring waktu bangsa Yahudi mengubah puasa yang dilakukan oleh Nabi Musa. Mereka merevisinya dengan cara mencari waktu yang ringan. Ketika musim hujan tiba dan durasi siang lebih sedikit dibandingkan malam, mereka baru melaksanakan puasa tersebut. Sehingga puasa yang mereka lakukan tidak seberat dan tidak sesuai tuntunan yang dilakukan oleh Nabi Musa ketika masih hidup.

5. Nabi Daud (Puasa Sehari Berpuasa Sehari Berbuka)


puasanya para nabi
Baitul Maqdis - Photo by MediaUmmat.co.id

Puasa yang dilakukan oleh Nabi Daud adalah puasa yang paling populer hingga saat ini, karena memang puasa Nabi Daud dibolehkan dalam syariat Islam untuk dilakukan oleh umat Muslim. Dalam pandangan banyak ulama bahwasannya puasa ini tergolong istimewa, karena Nabi Daud melakukannya bukan hanya sebagai seorang Rasul saja, namun juga sebagai seorang prajurit, raja dan ahli perang terkemuka yang terkenal dengan suara merdu.

Menurut Islam, puasa Daud dapat diartikan sebagai puasa sunah yang fadilahnya cukup besar. Sebagaimana yang sudah dijelaskan dalam hadist Rasulullah SAW berikut :

Diriwayatkan dari Abdullah bin Amru Radhiallahu Anhu, ia berkata Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Salam bersabda "Sesungguhnya puasa sunnah yang paling disenangi oleh Allah adalah puasa Nabi Daud dan salat sunnah yang paling disenangi Allah adalah salat Nabi Daud alaihis salam. Nabi Daud tidur separuh malam, lalu salat sepertiga malam, kemudian tidur lagi seperenam malam dan beliau berpuasa sehari lalu berbuka sehari (selang-seling)". (HR. Bukhari)

Nabi Daud adalah seorang rasul yang amalan salat dan puasanya sangat disukai oleh Allah SWT. Sehingga dari kehebatan inilah Allah Subhanahu Wa Ta'ala menurunkan amalan tersebut sampai kepada Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wa Salam.  Imam Bukhari dalam sebuah hadist sahih mengenai keutamaan puasa Daud kembali menjelaskan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda :

"Maka berpuasalah engkau sehari dan berbuka sehari, inilah yang dinamakan puasa Daud alaihis salam dan ini adalah puasa yang paling afdal". Lalu aku (Abdullah bin Amru radhiallahu anhu berkata "Sesungguhnya aku mampu untuk berpuasa daripada itu". Maka Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Salam bersabda "Tidak ada puasa yang lebih afdal daripada itu". (HR. Bukhari)

6. Nabi Isa (Puasa 40 Hari)


Nabi Isa terkenal dengan puasa 50 hari sepanjang tahun. Beliau juga menganjurkan agar umatnya mengikuti apa yang telah beliau jalani. Dapat menjadi orang yang mendapat ridho-Nya, dan kelak dapat merasakan surga serta dijauhkan dari api neraka. 

Karena puasa adalah salah satu jalan untuk mendekatkan diri kepada Sang Khalik. Semakin tinggi dan tulus ibadah puasa kita, maka Allah SWT akan semakin membuka pintu tobat kepada kita. Puasa yang dilaksanakan oleh Nabi Isa, yaitu selama 40 hari ternyata memberikan keteladanan tersendiri bagi kita.

Melalui puasa, beliau mampu menjaga dirinya dari godaan Iblis. Puasa mampu mengontrol hawa nafsu pada diri sendiri. Selama berpuasa, Iblis pernah menggoda agar Nabi Isa memakan roti. Namun, Nabi Isa memiliki kontrol diri yang sangat kuat, sehingga beliau menolak tawaran dari iblis.

Sepanjang puasa yang dilakukan oleh Nabi Isa, beliau memberi pesan kepada kaumnya untuk tidak pamer. Sebab akan sia-sia ibadah puasanya jika didasari oleh keinginan untuk menunjukkan diri. Hal ini yang sangat dihindari oleh nabi Isa.

Nabi Isa juga tidak suka ketika orang yang melakukan puasa, tetapi memperlihatkan wajah kusam dan muram. Lebih baik menampilkan keceriaan dan gembira layaknya ketika tidak berpuasa. Karena keceriaan tersebut akan memberi aura positif pada diri sendiri.

7. Nabi Muhammad (Puasa 30 Hari di Bulan Ramadhan)


puasa nabi muhammad
Pemandangan Kota Madinah, Istana Putih Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wa Salam - Photo by Groundviews.org

Puasa wajib yang dilaksanakan oleh nabi Muhammad SAW dan turun temurun dilakukan oleh umatnya juga adalah puasa Ramadhan. Puasa Ramadhan dilaksanakan selama sebulan penuh yang bertepatan pada bulan Ramadhan (tahun Hijriah). 

Puasa Ramadhan mulai disyariarkan pada tanggal 10 Sya'ban tahun kedua Hijriah, atau satu setengah tahun setelah umat Islam berhijrah dari Mekkah ke Madinah. Atau setelah umat Islam diperintahkan untuk memindahkan kiblatnya dari Masjidil Aqsa ke Masjidil Haram.


Dalam Al-Qur'an surah Al-Baqarah ayat 183 : "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa". (QS. Al-Baqarah [2] : 183)

Setelah ayat tersebut turun, puasa Ramadhan menjadi wajib dan harus dilaksanakan oleh umat muslim. Puasa tersebut menjadi syarat dan rukun seseorang jika memeluk agama Islam. Dia harus melaksanakan puasa yang dikerjakan pada bulan Ramadhan selama sebulan penuh.


Baca Juga: Manfaat Puasa Ramadhan bagi Kesehatan Tubuh dan Jiwa

Pelaksanaan puasa Ramadhan diawali dengan sahur pada fajar shodiq sebelum azan subuh dan diakhiri dengan berbuka yang dilakukan pada sore hari ketika matahari sudah tenggelam dari bumi, atau ditandai dengan azan magrib.

Ketika malam hari, umat muslim sudah terbebas dari puasa. Mereka boleh menikmati makan dan minum secukupnya dan dianjurkan untuk melakukan ibadah selain puasa, seperti zikir, salat sunah, dan melakukan perbuatan-perbuatan lainnya yang dapat menambah pahala.

Sebab dalam bulan Ramadhan, segala pahala akan dilipatgandakan dari hari biasanya. Oleh karena itu, alangkah lebih baik jika umat muslim berlomba-lomba mendapatkan pahala pada bulan tersebut. Puasa di bulan Ramadhan juga memiliki makna, hikmah dan manfaat yang sangat besar. 

Seperti yang telah dibuktikan oleh pakar peneliti mengenai puasa di bulan Ramadhan. Dan mereka mengungkapkan bahwa puasa Ramadhan memiliki manfaat yang sangat besar, seperti dapat mengontrol hawa nafsu, dapat menyehatkan tubuh, mematikan virus dalam tubuh, dan lain sebagainya.

Tahukah Kalian, Puasa Apa Saja Yang Dilakukan Para Nabi?!

manfaat puasa ramadhan

Sebelum menjelaskan apa saja manfaat dalam menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan, ada baiknya kita memahami dulu apa itu pengertian puasa.

Puasa (bahasa Arab: Shaum) secara bahasa berarti menahan atau mencegah. Menurut syariat agama Islam, puasa artinya menahan diri dari makan dan minum serta segala perbuatan yang bisa membatalkan puasa, mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari dengan syarat tertentu untuk meningkatkan ketakwaan seorang muslim.

Baca Juga: Macam-Macam Puasa yang Dilakukan Para Nabi Terdahulu hingga Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Salam

Sedangkan Puasa Ramadhan adalah puasa wajib yang dilaksanakan oleh seluruh umat muslim di dunia yang bertepatan di bulan Ramadhan. Puasa Ramadhan juga adalah puasa kemenangan bagi umat muslim dalam meraih ridha-Nya.


Seperti yang telah difimankan oleh Allah SWT, dalam surat Al-Baqarah ayat 185 yaitu "Bulan Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur'an. Al-Qur'an adalah petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil)." (QS. Al-Baqarah [2] : 185)


Betapa besarnya pahala-pahala yang muncul di bulan Ramadhan. Segala perbuatan akan dilipatgandakan nilainya disisi Allah SWT. Bulan Ramadhan adalah bulan yang sangat istimewa di kehidupan umat muslim. Bulan yang diturunkannya Al-Qur'an dari malaikat Jibril kepada Rasulullah SAW yang menjadi petunjuk dan pembeda antara yang benar dan salah.

Manfaat Puasa Ramadhan


Ada beberapa manfaat ketika kita menjalankan Ibadah puasa Ramadhan, antara lain adalah sebagai berikut :

1. Meningkatkan Kekebalan Tubuh


manfaat puasa ramadhan

Orang yang menjalankan puasa, secara otomatis pengurangan konsumsi kalori akan menurun. Dan hal ini, membuat menurnnya tingkat metabolisme tubuh. Terbukti, seseorang yang berpuasa suhu tubuhnya menurun jika dibandingkan dengan yang tidak melakukan puasa. Selain itu juga dapat mengurangi produksi senyawa oksigen yang besifat racun (radikal bebas oksigen). Sehingga ketika kita berpuasa berarti dapat meningkatkan kekebalan tubuh.


Baca Juga: 5 Tips Sehat Berpuasa Selama Ramadhan (Wajib Baca!)


2. Menyehatkan Jantung


Sebuah penelitian yang dilakukan oleh ahli kesehatan menyatakan bahwa seseorang yang melaksanakan puasa memiliki resiko rendah terkena penyakit jantung. Penelitian ini dilakukan kepada orang yang hanya melaksanakan puasa satu hari dalam sebulan. Dan ia mendapati 58% lebih rendah terkena penyakit jantung, dibandingkan dengan orang yang tidak melakukan puasa.

Apalagi jika kita menjalankan puasa selama sebulan penuh dalam bulan Ramadhan, maka kita akan semakin terhindar dari resiko penyakit jantung. Subhanallah ... Allahuakbar .. Allah Maha Besar dengan segala Keagungan dan Kebesarannya.

3. Dapat Menjaga Berat Badan


manfaat puasa ramadhan

Ketika berpuasa, tubuh akan melakukan pembakaran lemak secara besar-besaran, dan akan dijadikan energi sehingga kita tetap memiliki kekuatan dalam menjalankan aktivitas meskipun dalam keadaan berpuasa. Pembakaran lemak juga akan mengurangi tingkat kolesterol, diabetes, tekanan darah, dan tentunya membantu dalam menurunkan berat badan.

4. Mengendalikan Hawa Nafsu


manfaat puasa ramadhan

Dengan berpuasa, kita akan lebih berhati-hati dalam melakukan perbuatan. Sehingga kita akan terjaga dan terhindar dari perbuatan yang tidak diinginkan, sepeti berzina, bermaksiat, dan bersenang-senang yang tidak ada manfaatnya. Dengan berpuasa kita juga dapat dengan mudah mengkondisikan hawa nafsu kita agar tidak mengarah kepada perbuatan yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.

5. Menenangkan Hati


manfaat puasa ramadhan

Berpuasa dapat mengurangi kebiasaan yang dapat membuat hati tidak tenang. Dengan berpuasa kita dapat merasakan perubahan dalam pikiran kita, karena puasa memiliki hikmah dan manfaat yang sangat besar, yang salah satunya membuat hati selalu damai sepanjang waktu.

Dalam melaksanakan puasa di bulan Ramadhan, pada minggu pertama tubuh kita masih belajar beradaptasi, tetapi pada minggu kedua dan selanjutnya tubuh secara otomatis dapat mengkondisikan dalam segala keadaan. Kebiasaan makan berlebihan dapat terkontrol hingga akhir bulan.

Dengan demikian, kebanyakan dari kita masih ingin merasakan kenikmatan dalam berpuasa. Karena, puasa memiliki makna yang tersimpan yang selalu dapat memberikkan kedamaian dalam diri.

6. Pikiran yang Penuh Cinta dan Kasih Sayang


Jika kita melakukan puasa rutin, akan memunculkan perasaan tenang, damai, penuh cinta dan sukacita. Puasa juga dapat menghambat neurotransmitter yang dilepaskan otak yang berefek pada kondisi emosional. Sehingga, dapat menumbuhkan rasa penuh cinta dan kasih sayang terhadap sesama manusia dan seluruh ciptaan Allah SWT, yang ada di bumi ini.

7. Memperkuat Jiwa


manfaat puasa ramadhan

Dengan berpuasa di bulan Ramadhan dan menjalankannya dengan sepenuh hati sesuai dengan ketentuan syariat Islam, maka dapat dijadikan alternatif untuk meraih kekuatan jiwa. Hal ini semata-mata berproses untuk mencapai kualitas hidup yang dipenuhi dengan kesadaran jiwa, seperti iklas dalam melayani, iklas memberi, dan iklas dalam hal lainnya sehingga dapat mencapai kebahagiaan yang bersumber dari dalam jiwa.

Baca Juga: Syarat Muslimah dalam Berpakaian Menurut Syariat Islam

Melalui puasa akan meningkatkan kekuatan jiwa dan akan memiliki karakter yang tangguh dalam menghadapi permasalahan yang ada. Jika kekuatan jiwa sudah dapat diraih, berarti akan selalu berdamai dengan hati nurani. Tidak ada lagi pertentangan antara hati nurani dan hawa nafsu dalam urusan dunia. Dan akan mendapatkan kebahagiaan yang bersumber dari Allah SWT.

Kesimpulan


Demikianlah beberapa manfaat dalam menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan, yaitu meningkatkan kekebalan tubuh, menyehatkan jantung, menjaga berat badan, mengendalikan hawa nafsu, menenangkan hati, pikiran yang penuh cinta dan kasih sayang, dan dapat memperkuat jiwa.

Puasa bukan hanya sekedar menahan minum dan makan saja, tetapi juga menahan nafsu dalam keburukan sehingga memberikan pengaruh pada kesucian dan akhlak yang dimiliki. Bukan hanya sekedar menahan lapar dan haus saja, tetapi juga dapat mengendalikan diri dari godaan setan dan iblis.

Semoga artikel ini memberikan manfaat dan menjadikan penyemangat bagi kita dalam menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan dan berlomba-lomba dalam berbuat kebaikan dan melaksanakan ibadah dan amalan lainnya. 

Manfaat Puasa Ramadhan bagi Kesehatan Tubuh & Jiwa

pentingnya pendidikan agama bagi anak

Seperti yang kita tahu, bahwa orang tua adalah guru pertama bagi anak, keluarga adalah tempat dimana ia pertama kali belajar, dan agama-lah benteng anak paling dasar dalam menghadapi hal-hal asing yang ada di lingkungan dan diluar sana. Itulah mengapa pentingnya pendidikan agama bagi si buah hati.

Terlalu banyak ideologi yang ada diluar sana yang akan menggerogoti pemikiran-pemikiran anak kelak saat sudah besar nanti, dan agama-lah yang merupakan ideologi ilahi yang mampu membuat anak kembali ke fitrahnya dan membentengi diri dari hal-hal yang tidak baik. (Tinggi banget si bahasanya 😅)

Pendidikan Agama Islam harus diperkenalkan sejak kecil sebab disisi lain juga membuka wawasan anak bahwa agama bukan hanya sekedar ibadah tetapi juga mengatur semua aspek kehidupan manusia.

Baca Juga: 7 Syarat Berpakaian Menurut Syariat Islam

Apalagi dalam menghadapi era Globalisasi yang mana semua berita dan informasi bisa terbuka lebar bahkan dapat sampai kepada anak yang belum tentu siap menghadapi hal-hal yang diterima nantinya. Maka jangan heran bila kemerosotan moral dan akhlak generasi kini, mesti diawasi terkait makin merosotnya 2 hal itu pada diri anak.

Mengapa Pendidikan Agama begitu Penting? Terutama bagi si Buah Hati Kecil Kita?


Photo by suffagah.com

Hal itu tidak lain karena Pendidikan Agama disisi lain juga membuka wawasan anak bahwa agama bukan hanya sekedar ibadah tetapi juga mengatur semua aspek kehidupan manusia mulai dari perilaku, adab, moral, hingga akhlak karena semua yang kita lakukan pasti ada tanggung-jawabnya.

Terkadang pula, beberapa anak yang memiliki daya kritis yang tinggi sering bertaya-tanya tentang apa yang ada di muka bumi ini, maka sangat utama dan penting sekali mengajarkan kepada anak bagaimana kebesaran Allah yang mengatur segalanya yang ada di bumi dan langit.

Berikan anak pemahaman tentang Tauhid yakni ilmu yang paling penting dan pokok dalam Islam bahwa tidak Tuhan selain Allah yang merupakan Tuhan Pencipta dan Segala Makhluk.

Lalu, ajarkan kepada anak pula mengenai ilmu agama secara perlahan-lahan, ramah, sabar dan tidak menuntut serta sampaikan ilmu agama yang memang dipahami oleh kita sebagai orang tua. Dan jadikan mulai dari perintah Wajib dan Sunnah sebagai kebiasaan dalam kehidupan rumah tangga.

Memang sebagai orang tua yang juga merupakan manusia pasti memiliki ilmu terbatas, untuk itu jangan malu untuk mengirim anak ke Tempat Belajar Al-Quran dan Sekolah Agama sejak dini, selalu mengajak anak untuk shalat berjamaah di masjid, mengikuti berbagai pengajian dan kajian Islam, dan kegiatan Islami lainnya.

Intinya, secara umum pendidikan agama adalah pendidikan yang secara langsung dan tidak langsung dapat membentuk kepribadian dan mental anak sehingga kedepannya anak dapat tumbuh dan berkembang dengan karakter yang baik sesuai tuntunan Al-Quran dan As-Sunnah.

Alasan Mengapa Pentingnya Pendidikan Agama Islam bagi Si Buah Hati

perbedaan hijab, jilbab, khimar, dan kerudung

Menutup aurat bagi wanita muslimah sudah menjadi keharusan. Bahkan perintah agar wanita muslim menutup auratnya banyak Allah SWT sebutkan dalam Al Qur'an. Dengan semakin berkembangnya dunia fashion muslimah, maka semakin banyak istilah dalam busana muslimah untuk menutup auratnya. Mulai dari hijab, jilbab, khimar, hingga kerudung, memang apasih perbedaannya?

Jilbab, Hijab, Khimar hingga Kerudung merupakan beberapa kata yang sering kita dengar dan berkaitan dalam menutup aurat seorang muslimah. Di Indonesia, penyebutan Jilbab dan Hijab sangat umum digunakan untuk menyebut kain penutup kepala wanita muslimah.

Meski banyak sekali model, bentuk, dan jenis penutup kepala, namun masyarakat pada umumnya tetap menyebutnya sebagai Jilbab dan Hijab. Padahal sebenarnya jika dilihat dari makna dan peggunaannya sangat berbeda, begitu juga dengan Khimar dan Kerudung.

Zaman sekarang fashion hijab semakin banyak digandrungi oleh mayoritas wanita muslimah di Indonesia. Mulai hanya karena sekedar ikut-ikutan trend fashion, atau memang benar-benar murni menjalankan apa yang diperintah oleh Allah dalam hal menutup aurat.

Baca Juga: Syarat dan Cara Muslimah Berpakaian sesuai Tuntunan Islam

Akan lebih baik lagi jika fenomena wanita berhijab ini didukung dengan pengetahuan dalam memahami pengertian bagaimana menutup aurat dengan sempurna dan mempraktekkan dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk itu, agar wanita muslimah dapat menjalankan dan mengamalkan syariat berkerudung sesuai fungsi dan ajaran yang tepat, maka artikel kali ini kita akan membahas apa itu perbedaan antara Jilbab, Hijab, Khimar dan Kerudung.

Jilbab


Ilustrasi seorang Muslimah yang sedang memakai Jilbab

Di kalangan masyarakat jilbab sering disebut dengan kerudung. Tetapi pengertian dari jilbab yang sebenarnya adalah busana muslim yang memiliki model terusan panjang yang longgar dan tidak transparan dan menutupi seluruh tubuh kecuali tangan, kaki dan wajah.

Jilbab juga berarti baju kurung yang longgar (gamis) yang dilengkapi dengan penutup kepala yang menjulur ke bawah hingga menutupi dada. Jadi dari definisi diatas jilbab adalah busana muslimah yang tidak ketat (longgar) dengan ukuran lebih besar yang menutupi seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan.

Oleh sebab itu, jilbab adalah pakaian yang sangat dianjurkan karena sesuai tuntunan syariat Islam dalam menggunakan pakaian yang menutup aurat bagi Muslimah. Sesuai dengan QS. Al-Ahzab ayat 59 yang artinya "Hendaknya mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka..."

Beberapa Produk kami berkaitan tentang Jilbab Syar'i:



Hijab


Ilustrasi seorang muslimah yang sedang memakai Hijab - Copyright © Butik78

Hijab dalam bahasa Arab berasal dari kata 'hajaba' mempunyai arti "penghalang" atau "pembatas" atau "penutup". Jadi kata hijab memiliki arti luas, yaitu suatu benda yang menutupi sesuatu yang tidak boleh dilihat. Hijab juga bisa berupa tirai, pembatas, dan lain-lain.

Baca Juga: Tips Memilih Hijab sesuai Warna Kulit

Sedangkan dalam ilmu Islam, hijab biasanya lebih merujuk kepada tata cara berpakaian bagi muslimah dala menutup aurat sesuai ketentuan agama.

Banyak yang mengatakan bahwa setiap jilbab itu adalah hijab, tetapi tidak semua hijab adalah jilbab. Di beberapa negara muslim baik yang menggunakan bahasa Arab maupun tidak, makna hijab sudah disempitkan dengan merujuk pada busana wanita yang panjang dan longgar yang menutupi seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan.

Sedangkan di Indonesia, makna hijab lebih dipersempit lagi yaitu sebagai busana wanita sejenis kerudung yang dipakai untuk menutupi kepala, rambut, hingga dada yang bertujuan untuk menutupi aurat wanita.

Beberapa Produk kami berkaitan tentang Hijab:



Khimar


Ilustrasi mengenai Khimar - Photo by etsy.com

Pengertian Khimar dalam Al-Quran disebut khumur yang artinya kain penutup kepala yang menjulur sampai menutup dada wanita muslimah dari belakang dan depan sehingga tidak terlihat lagi bentuk tubuh seorang wanita.

Khimar harus menjulur lurus ke bawah dari kepala hingga menutupi bagian dada dan juga termasuk tulang selangka. Khimar tidak boleh diikatkan ke leher seperti kerudung karena bisa memperjelas bentuk dada wanita muslimah.

Kerudung


Kerudung berasal dari kata melayu yaitu tudung. Tudung berarti penutup apa saja termasuk makanan, dan lain-lain. Tetapi definisi kerudung lebih kepada sejenis kain yang menutupi kepala.

Kerudung hampir mirip dengan khimar, tetapi kerudung tidak dianjurkan dalam Islam. Sebab, kerudung hanya digunakan sebagai penutup kepala saja dan terkadang masih terlihat rambut, leher dan lekuk dada wanita.

Walaupun dahulu, kerudung hampir digunakan oleh semua wanita muslimah di Indonesia karena memang berita dan informasi pendidikan Islam belum berkembang dan secepat seperti di zaman kita sekarang ini.

Kesimpulan:


Jadi penjelasan secara singkat atau kesimpulan yang kita dapat bahwa Jilbab adalah busana muslim yang mencakup seluruh aurat wanita dari kepala hingga kaki kecuali muka dan telapak tangan. Hijab memiliki arti yang agak sempit yakni busana muslim penutup aurat dari kepala, rambut, hingga dada wanita. Khimar adalah penutup aurat dari kepala menjulur hingga tulang selangka. Dan kerudung hanyalah penutup aurat tanpa aturan yang jelas (sehingga sangat tidak dianjurkan dalam Islam)

Demikianlah sedikit penjelasan tentang perbedaan hijab, jilbab, khimar dan kerudung. Semoga informasi di atas dapat memberikan manfaat bagi kita semua. 😎

Ternyata Ini Perbedaan Jilbab, Hijab, Khimar dan Kerudung!

Pakaian merupakan salah satu karunia Allah yang diberikan kepada manusia. Memakai pakaian adalah fitrah manusia. Dari zaman dahulu, disetiap wilayah kita mendapati masing-masing masyarakat memiliki pakaian yang sangat beragam.
pakaian muslimah menurut islam

Islam menganggap pakaian yang dikenakan adalah simbol identitas, jati diri, kehormatan dan kesederhanaan bagi seseorang, yang dapat melindungi diri dari berbagai bahaya yang mungkin mengancam dirinya. Prinsip berpakaian dalam islam adalah sebagai ungkapan ketaatan kepada Allah, karena itu berpakaian bagi orang muslim maupun muslimah memiliki nilai ibadah.

Pakaian muslimah merupakan pakaian panjang dan serba tertutup. Pakaian yang panjang dan tertutup ini membuat kulit menjadi lebih bersih dan putih. Hal ini dikarenakan kulit terhindar dari sinar matahari, juga terhindar dari debu dan kotoran di luar saat beraktifitas.

Baca Juga: Keistimewaan Wanita Muslimah Menurut Islam

Pakaian muslimah adalah sebutan untuk pakaian serba tertutup yang dikenakan oleh perempuan beragama islam. Pakaian muslimah kini telah menjadi salah satu gaya yang mendunia dan disenangi oleh berbagai orang di belahan dunia. Berikut ini adalah beberapa syarat pakaian muslimah yang harus sahabat ketahui :

1. Menutupi Aurat


pakaian muslimah menurut islam

Seluruh tubuh wanita adalah aurat, kecuali wajah dan telapak tangan serta ujung jari-jari tangannya saja. Pakaian yang panjang dan kerudung yang menjuntai sampai menutupi dada adalah salah satu pakaian yang dianjurkan dalam islam.

Hal ini telah dijelaskan dalam Al Qur'an surat Al Ahzab ayat 59, "Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmudan istri-istri orang mukmin: 'Hendaklah mereka mendekatkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka'. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang". (QS. Al Ahzab : 59)

2. Menggunakan Pakaian Yang Longgar dan Tidak Transparan


Kegunaan pakaian adalah untuk mencegah fitnah (godaan), dan ini hanya dapat dicapai jika pakaian tersebut lebar dan longgar. Pakaian -pakaian yang ketat, walaupun menutupi seluruh tubuh tetapi tetap menunjukkan ukuran dan bentuk tubuh yang dapat menimbulkan gairah imajinasi dalam pikiran pria.

Pakaian yang transparan atau tembus pandang tidak dapat menutup dengan sempurna. Pakaian yang transparan akan menjadikan wanita lebih menarik dan cantik.

"Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang biasa tampak darinya dan hendaklah mereka menutupkan kain jilbabnya ke dadanya." (QS. An-Nur: 31)

Baca Juga: Kecantikan Sejati Wanita Muslimah

Berdasarkan ayat diatas maka kita kaum muslimah diharuskan berpakaian yang rapi, sopan, dan menjaga aurat agar tidak tampak. Menghindari pakaian yang ketat sampai membentuk lekukan tubuh, menerawang, apalagi terbuka di beberapa bagian.

3. Bukan Termasuk Pakaian Syuhrah


Pakaian syuhrah adalah pakaian yang dikenakan dengan maksud dan niat untuk membanggakan dan menyombongkan diri. Pakaian syurah bisa bentuknya adalah pakaian yang paling mewah atau pakaian yang paling kumuh sehingga terlihat sebagai orang yang zuhud.

Pakaian syuhrah juga terkadang diartikan dengan pakaian yang berbeda dengan pakaian yang biasa dipakai di negeri tersebut dan tidak digunakan di zaman itu. Semua pakaian syuhrah seperti itu terlarang.

Rasulullah bersabda: "Barangsiapa yang memakai pakaian syuhrah di dunia, Allah akan memakaikannya pakaian kehinaan di akhirat kemudian dibakar dengan api neraka". (Hadits Hasan)

4. Warna dan Motif Yang Tidak Menyolok


hiasan payung

Pakaian dengan warna dan motif yang tidak menyolok dimaksudkan agar tidak menarik perhatian dari para lelaki. Hal ini karena sesungguhnya pakaian yang dikenakan adalah untuk menutupi tubuh dari pusat perhatian lelaki yang bukan mahrom, sehingga tidak diperbolehkan jika pakaian yang dikenakan justru malah menarik perhatian karena warna atau motif dari pakaian yang dikenakan.

Firman Allah SWT dalam surat Al Ahzab ayat 33 yang artinya adalah : "Janganlah berpakaian dan bertingkah laku seperti umat jahiliyah, mereka berpakaian dan bertingkah laku untuk menarik perhatian laki-laki". (Al - Ahzab : 33)

5. Tidak Menyerupai Pakaian Pria 


pakaian muslimah menurut islam

Pakaian yang dimaksudkan adalah menggunakan pakaian yang menyerupai pakaian laki-laki (pria). Berdasarkan pada hadits dari Rasulullah SAW "Rasulullah SAW telah melaknat laki-laki yang memakai pakaian wanita dan wanita-wanita yang memakai pakaian laki-laki". (HR. Abu Dawud, no. 4098).

Islam menginginkan agar laki-laki tetap mempunyai ciri dan karakter khusus yang berbeda dari wanita. Dan islam menghendaki agar wanita tetap pada fitrahnya sebagai seorang wanita. Karena hal itu selaras dengan fitrah yang benar dan logika sehat.

6. Tidak Menyerupai Pakaian Wanita Non Muslim

Pakaian wanita muslimah tidak sama dengan pakaian wanita non muslim. Maksudnya adalah pakaian khas yang dipakai oleh wanita-wanita non muslim seperti pakaian pendeta, tukang sihir, atau memakai salib dan semua pakaian yang khusus dipakai oleh pemeluk agama tertentu. Haram hukumnya memakai pakaian-pakaian tersebut. 

Nabi Muhammad SAW bersabda "Barangsiapa yang menyerupai tradisi suatu kaum maka dia bagian dari mereka". (HR. Abu Dawud, no. 4031)

Memakai simbol-simbol khusus milik agama tertentu atau aliran sesat termasuk hal yang dilarang dalam hadits tersebut.

7. Tidak Memakai Wewangian


pakaian muslimah menurut syariat islam

Wewangian seperti parfum dan minyak wangi akan membuat orang mencari sumber dari bau wangi tersebut. Hal ini akan menyebabkan wanita muslimah yang memakainya keluar rumah akan menjadi pusat perhatian dan menimbulkan nafsu dari para lelaki yang bukan mahroom.

Oleh karena itu Nabi SAW melarangnya, seperti dalam hadits yang diriwayatkan dari Abu Musa Al-Asy'ary, Rasulullah bersabda : "Siapa saja dari kaum wanita yang memakai parfum, lalu melewati suatu kaum dan mencium baunya, maka ia adalah penzina". (Hadits Hasan)

7 Syarat Pakaian Muslimah Menurut Syariat Islam


Apa itu cantik?! Di zaman sekarang cantik merupakan kata yang sangat penting dan berharga bagi hampir semua wanita. Sebagai wanita umumnya selalu ingin tampil cantik dan menarik, karena wanita memang identik dengan kecantikan. Cantik menjadi sebuah cita-cita dan impian. Cantik menjadi sebuah harapan. Cantik menjadi sesuatu yang harus diperjuangkan. Cantik menjadi harga mati, identitas dan jati diri.

Dalam masyarakat khususnya remaja putri berkembang beberapa definisi cantik diantaranya : cantik itu putih dan mulus, yang merupakan definisi paling laris. Ada juga cantik itu bertubuh seksi dan langsing, definisi ini dipegang seolah menjadi doktrin oleh banyak kalangan wanita termasuk kaum muslimah. Selanjutnya cantik karena gaya hidup yang kebarat-baratan, baik itu gaya berpakaian, makanan, minuman dan aksesori yang dipakai.

Definisi cantik yang seperti itu adalah keliru, karena terlalu fokus pada hal-hal yang terlihat (fisik). Sementara kita tahu fisik yang diberikan Allah SWT kepada umatnya itu berbeda-beda. Ketika memahami kecantikan hanya berfokus pada fisik semata maka akan menimbulkan sikap sombong bagi yang Allah anugrahkan kecantikan sejak lahir.

Sementara yang belum Allah anugrahkan kecantikan akan merasa minder, malu dan menyesal. Sehingga akan berupaya melakukan apapun untuk mengubah fisiknya, yang berarti mengubah ciptaan Allah SWT.

Cantik Menurut Islam


Model Butik78 - Copyright © Butik78

Kecantikan dalam Al Qur'an dan Islam bukan dilihat pada kecantikan fisik dan rupa semata. Tetapi lebih pada kecantikan sifat, tabiat, kebaikan hati dan akhlak seorang wanita. Wanita tidak perlu takut tidak cantik karena setiap wanita itu cantik dan indah apabila mempunyai akhlak yang indah.

Baca Juga: Keistimewaan Wanita Muslimah Menurut Islam

Seorang wanita yang cantik dalam Islam adalah wanita yang bisa menjaga dirinya sendiri. Artinya wanita tersebut harus bisa menjaga penampilannya baik penampilan luar maupun di dalam. Untuk terlihat cantik sebenarnya seorang wanita harus bisa membersihkan diri dan merawat apa yang diberikan oleh Allah kepada dirinya.

Dalam Hadist Rasulullah SAW mengatakan bahwa wanita shaleha adalah sebaik-baiknya perhiasan dunia. Dari Amr ibnu ra: "Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasannya adalah wanita shaleha". (HR. Muslim, Ibnu Majah dan An Nasai)

Wanita Shaleha adalah wanita yang taat pada perintah Allah SWT. Mengutamakan ketakwaan dan keimanan pada Allah di atas segala-galanya. Pandai menjaga diri, menjaga malunya dan juga menjaga nama baik keluarga.

Seorang muslimah itu cantik jika selalu menjaga kehormatannya. Artinya senantiasa menutupi aset yang paling berharga. Memiliki sikap malu, yaitu sikap seorang muslimah yang selalu rendah hati dan tidak pamer. Selalu bijaksana dalam menghadapi segala tantangan. Dan senantiasa bersabar dalam menghadapi rintangan dan tantangan.

Seorang muslimah yang shaleha memiliki budi pekerti dan tingkah laku yang bagus dan tutur kata yang indah. Kecantikannya tidak hanya yang tampak di wajah dan tubuhnya, tetapi kecantikannya tersimpan dengan baik di balik hijabnya, cantik karena hijabnya.

Baca Juga: Tips Memilih Hijab sesuai Warna Kulit

Kecantikan hati, baik perilaku, tingkah laku dan tutur kata yang indah adalah cantik yang sebenarnya. Kecantikan akhlak dan kebaikan hati tidak akan pernah hilang walau di makan waktu dan usia. Kecantikannya akan tetap abadi.

Kecantikan Sejati Seorang Muslimah